Dampak Perang Iran terhadap Mobilitas Peziarah Indonesia ke Vatikan

Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, aktivitas peziarahan di Basilika Santo Petrus, Vatikan, tetap berlangsung ramai.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Radio Sonora/Sonora.id/Stanislaus Jumar Sudiyana
PEZIARAH: Antrean panjang peziarah dari berbagai negara mengular di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dengan pengamanan ketat aparat Italia, Senin (23/3/2026). Aktivitas ziarah tetap ramai meski situasi global penuh ketidakpastian. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Konflik di kawasan Timur Tengah yang kembali memanas sejak eskalasi serangan antara Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran pada akhir Februari 2026 telah menimbulkan dampak luas terhadap sektor pariwisata dan penerbangan dunia.

Lonjakan harga minyak, potensi gangguan operasional di bandara-bandara Teluk Persia, serta melemahnya permintaan perjalanan global membuat maskapai berada dalam tekanan besar.

Menurut laporan Financial Times, dikutip Selasa (24/3/2026), sekitar 20 maskapai besar diperkirakan menanggung kerugian hingga 53 miliar dollar AS atau hampir Rp 900 triliun.

Untuk menjaga stabilitas keuangan, maskapai mulai menaikkan tarif tiket penerbangan.

Kenaikan ini tidak hanya berlaku pada rute yang bersinggungan langsung dengan Timur Tengah, tetapi juga rute internasional lain.

Konsumen pun harus menanggung beban tambahan biaya perjalanan, termasuk mereka yang hendak melakukan perjalanan religius.

Antrean panjang peziarah di Lapangan Santo Petrus
PEZIARAH: Antrean panjang peziarah dari berbagai negara mengular di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dengan pengamanan ketat aparat Italia, Senin (23/3/2026). Aktivitas ziarah tetap ramai meski situasi global penuh ketidakpastian.

Penurunan Kunjungan WNI ke Vatican

Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, aktivitas peziarahan di Basilika Santo Petrus, Vatikan, tetap berlangsung ramai.

Antrean panjang peziarah dari berbagai negara terlihat mengular di Lapangan Santo Petrus, dengan pengamanan ketat aparat Italia.

Rombongan besar dari Polandia, Perancis, Jerman, Portugal, dan Kongo hadir membawa bendera kebangsaan mereka.

Namun, berbeda dengan periode normal, kali ini tidak terlihat kehadiran peziarah asal Indonesia.

Wartawan Radio Sonora, Stanislaus Jumar Sudiyana, yang tengah meliput kegiatan delegasi Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Roma melaporkan bahwa biasanya WNI cukup rutin hadir dalam rombongan internasional, tetapi kini banyak yang membatalkan perjalanan. 

Suster Yunita, pengelola wisma peziarah di Roma, menyebutkan bahwa sedikitnya 27 peziarah asal Timor Leste membatalkan rencana kunjungan ke Vatikan pada akhir Maret hingga awal April 2026 karena tidak tersedia penerbangan dari wilayah mereka. Hal serupa juga terjadi pada peziarah asal Indonesia.

Antrean panjang peziarah dari berbagai negara mengular di Santo Petrus
PEZIARAH: Antrean panjang peziarah dari berbagai negara mengular di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dengan pengamanan ketat aparat Italia, Senin (23/3/2026). Aktivitas ziarah tetap ramai meski situasi global penuh ketidakpastian.

Dampak di Indonesia

Konflik Timur Tengah juga langsung terasa di Indonesia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved