Perang AS dan Israel vs Iran

21 Jam Perundingan Iran dan AS Buntu, Wapres Vance Langsung Tinggalkan Pakistan

Perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran berakhir dengan kebuntuan. Tak ada klausul yang disepakati kedua belah pihak.

Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan.(Chat GPT) 

Ia juga berbicara dengan pejabat tinggi AS lainnya selama negosiasi, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Laksamana Brad Cooper, komandan Komando Pusat AS. 

Sementara itu, kantor berita Iran Fars mengatakan bahwa jalan menuju kesepakatan bergantung pada perubahan "tuntutan yang tidak masuk akal" oleh AS. 

Media itu menyebut, para ahli dari kedua belah pihak sedang berupaya menemukan titik temu dan mediator Pakistan sedang mencoba untuk menyelesaikan perbedaan pendapat. 

Kedua tim negosiasi tengah berkonsultasi dengan tim ahli masing-masing mengenai dokumen yang diusulkan, dan pembicaraan akan dilanjutkan setelah draf tersebut siap.

Pakistan Harap Gencatan Senjata Tetap Berjalan

Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar pada Minggu (12/4/2026) menegaskan, Washington dan Teheran harus mematuhi perjanjian gencatan senjata yang sudah disepakati. 

Pernyataan ini muncul setelah pembicaraan maraton antara kedua pihak untuk mengakhiri perang berakhir tanpa kesepakatan. 

"Sangat penting bagi semua pihak untuk terus menjunjung tinggi komitmen mereka terhadap gencatan senjata," kata Ishaq Dar, dikutip dari AFP.

"Pakistan telah dan akan terus memainkan perannya untuk memfasilitasi keterlibatan dan dialog antara Iran dan AS di masa mendatang," sambungnya. (*)

Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved