Berita Internasional
Bikin Heboh Pengakuan Donald Trump, Sebut Kondisi Iran Tidak Solid: Mereka Tidak Solid
Donald Trump menyebut bahwa pemerintahan Iran saat ini berada dalam kondisi tidak solid dan mengalami perpecahan internal yang cukup serius.
TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan mengejutkan terkait situasi di Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.
Dalam komentarnya, Donald Trump menyebut bahwa pemerintahan Iran saat ini berada dalam kondisi tidak solid dan mengalami perpecahan internal yang cukup serius.
Ia bahkan menilai adanya konflik kepentingan antara kelompok garis keras dan kubu moderat di dalam struktur kekuasaan Teheran.
Menurut Trump, kondisi tersebut membuat Iran kesulitan menentukan arah kebijakan politik dan siapa yang benar-benar memegang kendali.
Pernyataan ini muncul di tengah situasi krisis, ketika hubungan Amerika Serikat dan Iran masih diwarnai ketegangan serta perundingan yang belum menemui titik terang.
Trump juga mengaitkan kondisi internal Iran dengan proses negosiasi yang dinilainya berjalan lambat dan tidak konsisten.
Namun, klaim tersebut langsung memicu perhatian internasional karena dianggap menggambarkan situasi yang sensitif dan kompleks di dalam negeri Iran.
Pernyataan ini pun menambah panas dinamika politik global yang saat ini tengah menyoroti stabilitas kawasan Timur Tengah.
Seperti diketahui, Donald Trump mengeklaim bahwa kepemimpinan Iran telah terpecah belah saat mengumumkan perpanjangan gencatan senjata pada Selasa (21/4/2026) malam.
Ia menyebut klaim itu sebagian didasarkan pada penilaiannya bahwa pemerintah Iran sedang berada dalam kondisi tidak solid.
Trump juga memperpanjang gencatan senjata untuk memberi ruang negosiasi lebih lanjut, di tengah tekanan seperti blokade laut AS di Selat Hormuz.
Klaim ini muncul setelah berminggu-minggu konflik antara Iran dengan AS dan Israel yang menewaskan sejumlah tokoh penting Iran.
Bahkan sebelumnya, Trump juga menyatakan bahwa kampanye militer AS telah menghasilkan “sekelompok orang baru” yang kini memimpin Iran.
Pemegang kendali kepemimpinan Iran
Struktur kekuasaan Iran saat ini mengalami guncangan besar setelah tewasnya pemimpin tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei, dalam serangan udara pada 28 Februari.
Posisi tersebut kemudian diisi oleh putranya, Mojtaba Khamenei, yang meski jarang tampil di publik, dilaporkan tetap terlibat dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk terkait perang dan respons terhadap AS.
| Gagal Menikah Gegara Pemadaman Listrik, Pengantin Pria Lampiaskan Emosi dengan Memukuli Petugas |
|
|---|
| Suami dan Istri Kedua Ditemukan Tewas di Dalam Mobil, Istri Pertama dan Anak Diduga Jadi Pelaku |
|
|---|
| Dulu Tinggalkan Istri dan Anak demi Selingkuhan, Kini Pria Ini Menyesal dan Berlutut Minta Rujuk |
|
|---|
| Warisan Peninggalan Keluarga Diam-diam Dijual Ibu Mertua, Wanita Ini Murka dan Ceraikan Suaminya |
|
|---|
| Pasutri Kompak Habisi Nyawa Pria Selingkuhan Istri, Jasad Dipotong dan Dibakar untuk Hilangkan Bukti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mohammad-Bagher-Ghalibaf-DIINCAR-PRESIDEN-TRUMP.jpg)