Berita Viral

Mediasi Berujung Berdarah, Pria Ditikam saat Dilakukan Pertemuan Keluarga

Seorang warga berinisial MB mengalami luka tusuk setelah diserang menggunakan senjata tajam jenis badik.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Kompas.com
Mediasi adat yang digelar pemerintah desa bersama tokoh adat di Lembang Bau, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, berujung ricuh pada Sabtu (9/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.Com - Mediasi adat yang digelar pemerintah desa bersama tokoh adat di Lembang Bau, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, berujung ricuh pada Sabtu (9/5/2026).

Seorang warga berinisial MB mengalami luka tusuk setelah diserang menggunakan senjata tajam jenis badik.

Peristiwa itu terjadi saat korban dipertemukan dengan keluarga terduga pelaku untuk menyelesaikan persoalan keluarga melalui jalur adat.

Namun situasi yang semula berlangsung kondusif tiba-tiba berubah mencekam ketika seorang pria berinisial RS datang dan menyerang korban.

Kasat Reskrim Polres Tana Toraja IPTU Syahruddin mengatakan, pelaku diduga melakukan penganiayaan menggunakan badik.

Ia menusuk bagian belakang tubuh korban.

“Korban MB diduga dianiaya oleh terduga pelaku RS menggunakan senjata tajam jenis badik yang mengenai bagian belakang tubuh korban,” kata Syahruddin, Senin (11/5/2026). 

Menurut Syahruddin, kejadian bermula saat pemerintah setempat bersama tokoh adat mempertemukan korban dengan keluarga pelaku dalam proses mediasi adat.

Di tengah pertemuan tersebut, RS tiba-tiba datang dari arah belakang dan langsung menyerang MB.

“MB yang panik sempat berusaha menghindar dan melarikan diri. Namun nahas, MB terjatuh sehingga pelaku yang diduga sudah tersulut emosi langsung menusukkan badik ke arah tubuh korban,” ucapnya.

Meski mengalami luka tusuk cukup serius, korban masih sempat berusaha menyelamatkan diri dari kejaran pelaku.

Warga yang berada di lokasi kemudian berupaya menghalau pelaku agar tidak kembali menyerang korban.

Situasi di lokasi mediasi sempat memanas setelah keluarga korban berusaha mengejar pelaku.

Ketegangan nyaris memicu bentrokan antarkelompok keluarga.

Beruntung aparat desa, pemerintah kecamatan, serta tokoh adat yang berada di lokasi segera mengambil tindakan untuk menenangkan massa sehingga bentrokan dapat dicegah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved