Berita Viral

Rupiah Tembus 17.600 per Dolar, DPR Singgung Pengrajin Tempe Rasakan Dampak Pelemahan Rupiah

Pengrajin tahu dan tempe kini mulai kesulitan menyiasati lonjakan harga kedelai

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Tribun jabar/Rahmat Kurniawan
PRODUKSI TEMPE- Pengrajin tahu dan tempe kini mulai kesulitan menyiasati lonjakan harga kedelai yang dipicu depresiasi rupiah. Foto Produksi tempe di Cimahi. Produksi tempe terkena imbas pelemahan rupiah terhadap dolar 

Dia mengatakan, ketika biaya bahan baku dan modal melonjak akibat pelemahan rupiah, produsen hanya memiliki dua pilihan sulit, yakni memangkas keuntungan atau menaikkan harga jual kepada konsumen.

“Kita sedang menghadapi ancaman imported inflation yang nyata. Ketika biaya modal dan bahan baku melonjak akibat melemahnya rupiah, produsen dihadapkan pada pilihan sulit: mengikis margin keuntungan atau membebankan biaya tersebut kepada konsumen melalui kenaikan harga,” ujar dia.

Meski demikian, Eric mengapresiasi tujuh langkah yang telah disiapkan Bank Indonesia (BI), termasuk intervensi pasar valuta asing dan pengetatan likuiditas dolar.

Namun, ia menegaskan stabilitas rupiah tidak bisa hanya mengandalkan instrumen moneter semata.

Eric meminta pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, ikut mengambil langkah fiskal yang lebih agresif untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka pendek.

Salah satu yang didorong yakni pengaktifan mekanisme Bond Stabilization Fund (BSF) secara akuntabel guna meredam gejolak pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Selain itu, Eric mendesak pemerintah segera menggunakan anggaran darurat untuk membantu subsidi logistik dan distribusi pangan, terutama pada komoditas pokok yang harganya mulai melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia juga menyoroti adanya anomali harga dalam tata niaga kedelai impor.

Menurut Eric, harga domestik tetap tinggi meskipun harga global sedang turun akibat adanya distorsi rantai pasok dan asimetri informasi di pasar.

Karena itu, ia meminta kementerian terkait bersama lembaga pengawas memperketat pengawasan distribusi impor agar pelaku usaha kecil dan UMKM tidak terus dirugikan.

“Respons kebijakan fiskal kita harus adaptif, cermat, dan terukur. Pemerintah wajib menjaga ruang fiskal yang sehat agar APBN tetap mampu menjadi shock absorber demi mencegah PHK dan pelemahan daya beli masyarakat akibat depresiasi berkepanjangan,” pungkasnya.

5 Fakta Ucapan Prabowo soal Rupiah Anjlok

1. Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tenang Aja..

Presiden Prabowo Subianto membuka pernyataannya soal pelemahan rupiah dengan gaya santai saat meresmikan Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Di depan masyarakat dan tamu undangan, Prabowo menyinggung kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sedang ramai dibahas publik dan pelaku pasar.

Ia kemudian melontarkan candaan dengan menyebut nama Purbaya sambil meminta masyarakat tidak terlalu khawatir terhadap gejolak kurs dolar.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved