Berita Viral

Profil Luke Thomas Warga Asing yang Dipercaya Jabat Dirut BUMN DSI, Anggota DPR Terkejut

Warga negara asing (WNA) yang ditunjuk menjabat Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) jadi sorotan.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/DokVale/Kompas.com)
DIRUT DSI BUMN BARU - Luke Thomas Mahony Warga Australia yang dipercaya menjabat Direktur PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI), BUMN baru yang mengelola ekspor Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.com - Warga negara asing (WNA) yang ditunjuk menjabat Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) jadi sorotan.

Dia adalah Luke Thomas Mahony, warga negara Australia.

PT DSI adalah BUMN baru yang dibentuk untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA).

MENTERI INVESTASI - Rosan Roeslani  Menteri Investasi,
MENTERI INVESTASI - Rosan Roeslani Menteri Investasi, (KOLASE/TRIBUN MEDAN)

Sebelumnya, Menteri Investasi Rosan Roeslani yang juga CEO Danantara telah mengumumkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan menjadi BUMN. 

DSI akan berkantor di Wisma Danantara.

Terkait penujukan Luke Thomas sebagai Dirut PT DSI, anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, meminta pemerintah memberikan batas waktu yang jelas terkait kepemimpinan WNA tersebut.

Siapakah Luke Thomas Mahony?

Luke Thomas Mahony sebelumnya menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025. 

Baca juga: Harry Maguire Terkejut Kabar Dirinya tak Dipanggil Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026

Ia juga bukan orang baru di sektor pertambangan.


Sebelum bergabung dengan Danantara, Luke memiliki pengalaman lebih dari 21 tahun di industri tambang. 

Luke pernah menjabat sebagai Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sepanjang Juli 2024-September 2025. 

Selain itu, dia pernah menduduki berbagai posisi teknis dan strategis di Vale Base Metals yang berkantor pusat di Kanada selama Juli 2014 hingga Agustus 2024. 

Di antaranya, Luke Thomas Mahony pernah menjabat sebagai Chief Technical Officer selama Desember 2022-Februari 2024, dan berlanjut sebagai Direktur sepanjang Februari-Agustus 2024. 

Tak hanya di Vale, dia juga memiliki pengalaman di BHP Billiton, perusahaan tambang multinasional asal Australia. 

Selama Juli 2010-Juli 2014 berkarir di perusahaan ini, Luke Thomas pernah menempati posisi Principal Business Analyst hingga Manager Production Prestrip.

Dari sisi pendidikan, Luke Thomas memang memiliki latar belakang akademik di bidang pertambangan dan keuangan. 

Ia lulus dengan gelar sarjana Mining Engineering dari University of New South Wales, Australia pada 2022. 

Kemudian dia juga memiliki tiga gelar master dari University of New South Wales, yakni Master Keuangan pada 2004, Master Teknik Pertambangan pada 2006, dan Master Geomekanika pada 2009.

Anggota DPR Mufti Terkejut

Luke Thomas Mahony sebagai Dirut PT DSI, BUMN baru akan mengatur ekspor sumber daya alam (SDA) strategis Indonesia.

Anggota DPR Mufti mengaku terkejut karena posisi yang sangat vital bagi devisa dan industri nasional tersebut justru diserahkan kepada pihak asing.

"Kami jujur cukup terkejut ketika mendengar bahwa PT Daya Anagata Sumber Daya Indonesia (DSI), yang nantinya memegang peran sangat strategis dalam tata kelola ekspor sumber daya alam Indonesia, justru akan dipimpin oleh warga negara asing," kata Mufti kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

Meski mempertanyakan figur WNA, Mufti mencoba melihat kebijakan tersebut secara objektif. 

Ia menilai langkah Presiden Prabowo Subianto ini merupakan upaya serius untuk membenahi praktik under-invoicing (pelaporan nilai ekspor di bawah harga pasar) yang selama ini merugikan negara.

"Artinya, mungkin pemerintah melihat persoalan ini sudah terlalu serius. Negara tampaknya tidak ingin mengulangi kegagalan masa lalu, ketika tata kelola ekspor komoditas strategis justru bocor, dimainkan mafia, atau dikelola oleh pihak-pihak yang tidak memiliki integritas dan profesionalisme yang baik," ujar Mufti. 

Mufti menjelaskan, kehadiran profesional asing mungkin menjadi pilihan pahit yang diambil pemerintah demi memastikan sistem yang bersih dan profesional, setelah berkaca pada kegagalan sistem di masa lalu yang memicu kerugian negara dalam
jumlah besar.

Ia menegaskan, ketergantungan pada tenaga asing dalam mengelola kekayaan alam tidak boleh berlangsung lama. 

Baca juga: Ancaman bagi Arsenal, Ousmane Dembele Pulih Siap Main di Final Liga Champions Arsenal vs PSG

Mufti meminta posisi tersebut segera dikembalikan kepada anak bangsa setelah fondasi tata kelola ekspor Indonesia sudah kuat.

"Kami meminta pemerintah memberikan batas waktu yang jelas. Jangan menggantung tanpa kepastian. Masyarakat perlu tahu, sampai kapan posisi strategis ini dipimpin oleh warga negara asing? ungkapnya. 

Ia memberikan estimasi waktu transisi sekitar enam bulan hingga satu tahun untuk pembenahan sistem.

"Kalau memang ini bagian dari masa transisi untuk membenahi sistem, membangun tata kelola baru, dan membersihkan praktik-praktik buruk, kami bisa memahami. Tetapi setelah sistem berjalan sehat, enam bulan, satu tahun, atau ketika fondasi tata kelola sudah kuat, maka posisi itu harus kembali dipimpin oleh anak bangsa yang profesional, bersih, dan berintegritas," jelasnya. 

Eksportir Tunggal

Ke depan, DSI akan menjadi eksportir tunggal Indonesia.

Badan tersebut statusnya BUMN di bawah Danantara.

Presiden Prabowo dalam rapat paripurna di DPR 20 Mei lalu menyebutkan bahwa pembentukan badan tersebut untuk mengoptimalkan penerimaan negara.

Selain itu, untuk memperkuat pengawasan ekspor sekaligus menghilangkan praktik kurang bayar ekspor, transfer pricing, hingga pelarian devisa hasil ekspor.

Alasan Tunjuk WN Asing

Menteri Investasi yang juga merupakan CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan alasan menunjuk Luke Thomas sebagai Direktur PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI), BUMN baru yang mengelola ekspor Indonesia.

Rosan mengatakan banyak pertimbangan mengapa pemerintah menunjuk pria yang pernah menjabat Direktur sekaligus Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk itu.

“Ya kita kan melihat banyak pertimbangajuga, ini kan lebih menjadi track record-nya juga dan dia kan sangat memahami juga,” kata Rosan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, (22/5/2026).

Rosan mengatakan Luke yang merupakan Warga Negara Australia tersebut memiliki pengalaman di perusahaan multinasional.

Luke juga dinilai memiliki pengalaman di sektor perdagangan dan punya kemampuan manajerial yang baik.

“Pengalaman sebelumnya baik di perusahaan multinasional di Vale dan dia pun bisa Bahasa Indonesia juga, memang istrinya orang Indonesia tapi yang paling penting justru kita lihat pengalaman tradingnya ada, mineralsnya ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral, jadi dan networkingnya juga baik,” katanya.

Selain itu kata Rosan, rekam jejak Luke di Danantar sebelumnya juga bagus.

Oleh karena itu pemerintah menunjuknya sebagai pimpinan di PT DSI. 

Untuk diketahui Luke pernah menjabat Senior Executive Vice President (SEVP) Business Performance & Optimization sejak September 2025.

“Yang paling penting kita lihat selama ini juga di Danantara kerjanya juga sangat-sangat baik,” pungkasnya.

 

 (*/TRIBUN-MEDAN.com

Baca juga: Daftar 22 Obat Herbal Berbahaya Merusak Ginjal Banyak Beredar, Temuan BPOM Termasuk Penambah Stamina

Sumber: tribunnews.com 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan  

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved