Harga BBM
RESMI Berlaku Juni Harga BBM di Seluruh SPBU Pertamina, Pertamax Turbo Naik, Dexlite Turun
Harga Pertamax Turbo (RON 98) justru naik dan menembus Rp 20.750 per liter dari sebelumnya dibanderol Rp 19.900 atau naik Rp 850 per liter.
Ringkasan Berita:Daftar Harga BBM Berlaku Juni 2026
- Harga BBM nonsubsidi di seluruh SPBU Pertamina Indonesia ditetapkan PT Pertamina
- Harga Pertamax Turbo (RON 98) justru naik dan menembus Rp 20.750 per liter dari sebelumnya Rp 19.900 atau naik Rp 850 per liter
- Dexlite turun dari Rp 26.000 per liter menjadi Rp 23.000 per liter.
- Pertamina Dex turun dari Rp 27.900 per liter menjadi Rp 24.800 per liter.
- Harga Pertamax (RON 92) tetap di level Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green 95 tetap Rp 12.900 per liter.
TRIBUN-MEDAN.com - Berikut harga terbaru bahan bakar minyak (BBM) Pertamina.
Cek selengkapnya daftar harga BBM nonsubsidi di seluruh SPBU Pertamina Indonesia dari PT Pertamina Patra Niaga.
Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Juni 2026.
Harga Pertamax Turbo (RON 98) justru naik dan menembus Rp 20.750 per liter dari sebelumnya dibanderol Rp 19.900 atau naik Rp 850 per liter.
Baca juga: Peringkat FIFA Timnas Indonesia Saat Ini Berpotensi Naik, Laga Penting Lawan Oman dan Mozambik
Sementara itu, dua produk diesel nonsubsidi mengalami penurunan harga cukup signifikan.
Dexlite turun dari Rp 26.000 per liter menjadi Rp 23.000 per liter.
Sementara Pertamina Dex turun dari Rp 27.900 per liter menjadi Rp 24.800 per liter.
Adapun harga Pertamax (RON 92) tetap bertahan di level Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green 95 tetap Rp 12.900 per liter.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan, penyesuaian harga dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga energi global dan formula harga yang ditetapkan pemerintah.
Baca juga: Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U19 2026
“Penurunan harga Pertamina Dex, Dexlite, serta penyesuaian harga Pertamax Turbo dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika harga energi global serta parameter yang ditetapkan pemerintah melalui formula harga yang berlaku,” ujar Roberth dalam keterangan resmi, Senin (1/6/2026).
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional sekaligus menghadirkan harga BBM yang kompetitif bagi masyarakat.
Roberth menuturkan, khusus untuk produk diesel, penurunan harga diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas terhadap stabilitas ekonomi nasional, mengingat sektor logistik dan transportasi banyak menggunakan bahan bakar jenis tersebut.
“Untuk sektor diesel, dengan harga yang lebih kompetitif, kami berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas terhadap stabilitas ekonomi nasional,” katanya.
Pertamina Patra Niaga juga memastikan ketersediaan pasokan BBM di seluruh jaringan SPBU Pertamina tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Petugas-SPBU-melayani-konsumen.jpg)