Breaking News

Berita Internasional

Kesepakatan Damai dengan AS Belum Final, Iran Tunggu Keputusan Final dari Mojtaba Khamenei

Meski sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut perundingan “sebagian besar telah dinegosiasikan”. 

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Istimewa/(WIKIMEDIA COMMONS via WION)
Mojtaba Khamenei (kanan), putra dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kiri). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah Iran menegaskan bahwa kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS) belum resmi disetujui.

Meski sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut perundingan “sebagian besar telah dinegosiasikan”. 

Pejabat Iran menekankan, keputusan strategis hanya dapat diambil setelah mendapat persetujuan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan, tidak ada kebijakan besar yang diputuskan di luar kerangka Dewan Keamanan Nasional maupun tanpa izin pemimpin tertinggi.

Dalam pertemuan dengan Kepala Lembaga Penyiaran Republik Iran (IRIB), ia menekankan pentingnya solidaritas rakyat dan kesatuan internal pemerintahan sebagai penopang stabilitas negara.

“Yang menjamin kelangsungan dan stabilitas negara adalah solidaritas dan empati rakyat,” ujar Pezeshkian, dikutip Tasnim News Agency, Minggu (24/5/2026).

Ia menegaskan, kekhawatiran utama Iran saat ini bukan perang maupun serangan rudal, melainkan menjaga ketenangan dan persatuan nasional.

“Menjaga persatuan nasional jauh lebih penting dibanding isu militer dan keamanan,” ujarnya.

Mojtaba Penentu Akhir

Pezeshkian juga menegaskan dirinya berhati-hati agar tidak mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan pandangan Pemimpin Revolusi Iran

“Tidak ada keputusan di Iran yang dibuat di luar kerangka Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan tanpa koordinasi serta izin dari Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh institusi dan kelompok politik Iran harus mendukung keputusan diplomatik yang telah diambil agar Iran dapat menunjukkan suara yang bersatu kepada dunia.

Proposal Damai Masih Dibahas

Sementara itu, pejabat Iran mengatakan masih ada satu atau dua klausul dalam proposal damai dengan AS yang perlu diperjelas sebelum memorandum kesepahaman dikirim untuk diratifikasi.

Hal tersebut telah disampaikan Iran kepada mediator Pakistan yang ikut terlibat dalam proses negosiasi.

Trump sebelumnya mengatakan “aspek dan detail akhir” dari memorandum kesepahaman masih dibahas dan akan segera diumumkan.

Ia juga menyebut kesepakatan itu akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved