Berita Viral

Polemik Sapi Kurban Prabowo Rp 100 M dari APBN,PDIP Minta Transparansi kok Menteri Keuangan tak Tahu

Polemik pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang bernilai Rp100 miliar dari APBN masih jadi perbincangan

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Istimewa/KompasTV
SAPI KURBAN - Polemik pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang bernilai Rp100 miliar dari APBN masih jadi perbincangan hangat. Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, mendesak pemerintah membuka transparansi anggaran dari APBN. 

TRIBUN-MEDAN.com - Polemik pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang bernilai Rp100 miliar dari APBN masih jadi perbincangan hangat.

Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, mendesak pemerintah untuk segera membuka transparansi terkait anggaran dari APBN.

Guntur menilai ada keanehan besar dalam tata kelola keuangan negara karena Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengaku tidak mengetahui perihal anggaran jumbo tersebut.

Baca juga: Kapolresta dan BNN Jadi Sorotan, Anak Bupati Positif Narkoba Dilepas dari Pidana, Alasannya Janggal

Pihaknya khawatir sistem pengawasan yang lemah ini akan mengulang preseden buruk pada proyek-proyek pemerintah terdahulu.

"Setelah Menteri Keuangan Purbaya mengaku tidak tahu masalah itu, ini aneh bin ajaib. Pertama, masa bendahara negara bisa tidak tahu. Jangan sampai kasusnya seperti pembelian puluhan ribu motor tril listrik buat MBG," ujar Guntur Romli kepada wartawan pada Kamis (28/5/2026).

Menurut Guntur, ketidaktahuan bendahara negara atas pengeluaran sebesar Rp100 miliar merupakan sinyal bahaya bagi sistem keuangan domestik.

Publik kini mempertanyakan bagaimana dana rakyat bisa keluar tanpa sistem pengawasan dan transparansi yang semestinya.

 

"Publik pantas bertanya, sistem keuangan negara yang berjalan tanpa pengawasan yang semestinya atau lebih buruk tanpa transparansi, ini berbahaya," ucapnya.

 

Lebih lanjut, PDIP juga menyoroti aspek teologis dalam penggunaan dana APBN untuk kurban atas nama pribadi Presiden.

Guntur menyebut bahwa dalam ajaran Islam, ibadah kurban bersifat personal dan harus menggunakan harta milik pribadi, bukan uang negara yang dihimpun dari 280 juta rakyat lintas agama.

 

"APBN bukan harta Presiden Prabowo. APBN adalah harta 280 juta rakyat Indonesia, muslim dan nonmuslim. Maka secara fikih kurban dengan uang rakyat atas nama pribadi Presiden adalah kontradiksi yang tidak bisa dibela dengan alasan apapun," tutur Guntur.

Baca juga: Timnas U-19 Vietnam Anggap Indonesia Lawan Terberat di ASEAN Championship 2026

Meskipun Istana sempat memberikan klarifikasi bahwa pengadaan sapi tersebut merupakan bantuan kemasyarakatan, PDIP menilai fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved