Ekonomi Indonesia

Ekonom Awalil Rizky Beber Data Defisit Neraca Pembayaran RI Kuartal I 2026, Terparah Selama 2 Dekade

Ekonom Bright Institute Awalil Rizky menilai kondisi transaksi internasional Indonesia tidak sebaik klaim Bank Indonesia (BI)

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
HO / TRIBUN
Ilustrasi neraca pembayaran internasional. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I-2026 defisit sebesar 9,15 miliar dollar AS. Nilai tersebut disebut menjadi defisit triwulan pertama terdalam dalam sekitar dua dekade terakhir.  

Defisit tersebut terutama dipicu meningkatnya pembayaran bunga dan dividen kepada investor asing yang beroperasi di Indonesia. 

Ia memperkirakan defisit pendapatan primer sepanjang 2026 dapat mencapai kisaran 36 miliar dollar AS hingga 38 miliar dollar AS. 

Selain itu, neraca jasa-jasa juga masih mencatat defisit sebesar 4,58 miliar dollar AS pada triwulan pertama tahun ini. 

Di sisi lain, transaksi finansial Indonesia juga dinilai mengalami pelemahan. 

Pada triwulan I-2026, transaksi finansial tercatat defisit sebesar 4,93 miliar dollar AS. 

Menurut Awalil, nilai tersebut merupakan defisit transaksi finansial triwulan pertama terdalam selama ini, padahal secara historis transaksi finansial Indonesia lebih sering mencatat surplus. 

“Kondisi neraca transaksi finansial yang defisit pada 2025 dan berlanjut pada triwulan I-2026 perlu diwaspadai,” katanya. 

Ia mengatakan, pelemahan transaksi finansial tidak hanya dipicu perlambatan arus modal asing masuk, tetapi juga meningkatnya arus modal penduduk Indonesia ke luar negeri. 

Awalil menilai memburuknya kondisi NPI menjadi salah satu faktor fundamental yang ikut mempengaruhi tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir. (*/tribunmedan.com)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved