Berita Viral

PENJELASAN Terbaru BGN, Sebut Sasaran Utama Program MBG Bukan Siswa di Sekolah, Tapi. . .

Penjelasan Terbaru BGN soal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sasaran Utama Bukan Siswa di Sekolah.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Istimewa
MAKAN BERGIZI GRATIS - Potret Anak-anak menikmati sajian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dalam kelas sekolah. 

Penjelasan Terbaru BGN soal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sasaran Utama Bukan Siswa di Sekolah

TRIBUN-MEDAN.COM - Irjen Pol. (Purn) Sony Sonjaya, S.I.K. seorang purnawirawan Polri saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi.

Sebagai Wakil Kepala BGN, Sony memimpin penguatan aspek operasional dan distribusi untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Ia juga menjabat sebagai Ketua Tim Verifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sony Sonjaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak semata-mata ditujukan untuk peserta didik di sekolah saja.

Ia mengatakan, sasaran utama dari MBG adalah kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, sebelum kemudian menjangkau siswa.

Sony mengaku telah menyampaikan hal tersebut dalam berbagai kesempatan konsolidasi program MBG di sejumlah daerah.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman, menyamakan persepsi, serta menyelaraskan langkah antara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan atau mitra pelaksana MBG, serta Kepala Satuan Tugas MBG tingkat kabupaten dan kota.

“Pada setiap kesempatan konsolidasi program MBG di berbagai daerah, saya selalu menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada pada periode emas atau 1.000 hari pertama kehidupan. Setelah itu barulah peserta didik,” ujar Sony dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026). 

Sony menyampaikan, masih terdapat sejumlah yayasan maupun mitra pelaksana yang keliru memahami sasaran penerima manfaat program MBG.

Sebagian pihak, kata dia, masih menganggap MBG hanya berfokus pada pemberian makanan bagi peserta didik di sekolah.

Sony menduga pemahaman tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh penggunaan istilah school meal, yang kemudian ditafsirkan sebagai program makan untuk siswa semata. 

Akibatnya, sejumlah mitra lebih dahulu berfokus menjalin kerja sama dengan sekolah tanpa memahami sasaran prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.

Sony menjelaskan, fokus pada kelompok rentan tersebut merupakan esensi utama program MBG sebagai bentuk investasi strategis bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Oleh karena itu, Sony mengingatkan seluruh unsur pelaksana program, mulai dari SPPG, yayasan, mitra pelaksana, hingga satgas MBG di daerah, agar benar-benar memahami dan mengimplementasikan tujuan tersebut dalam pelaksanaan program di lapangan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved