Berita Viral
SEPAKAT Dengan Yusril, Connie Sebut Indonesia Berpeluang Diserang: Bukan Alarm, Tapi Wake Up Call
Pernyataan Menko Yusril Ihza Mahendra menimbulkan polemik di masyarakat. Yusril menduga Indonesia bisa menjadi target negara lain
TRIBUN-MEDAN.com - Pernyataan Menko Yusril Ihza Mahendra menimbulkan polemik di masyarakat. Yusril menduga Indonesia bisa menjadi target negara lain untuk menguasai sumber daya alam.
Indonesia disebut bisa bernasib seperti Venezuela.
Menurutnya, negara-negara besar memiliki kepentingan besar terhadap kawasan yang kaya energi, mineral kritis, serta jalur perdagangan internasional.
Bahkan, ia mengingatkan bahwa apabila terjadi skenario konflik besar, Indonesia dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi tekanan militer modern.
Pernyataan itu kemudian mendapat respons dari Guru Besar Hubungan Internasional ST Petersburg State University, Connie Rahakundini Bakrie, yang menilai peringatan tersebut harus dipandang sebagai alarm serius bagi para pemimpin nasional.
Connie menegaskan bahwa dalam lanskap geopolitik dan geoekonomi dunia saat ini, kemungkinan Indonesia menghadapi tekanan seperti yang dialami Venezuela tidak bisa dianggap mustahil.
Menurutnya, perubahan tatanan global yang semakin kompetitif membuat negara-negara kaya sumber daya menjadi objek perebutan kepentingan strategis.
"Ini bukan sekadar alarm, tetapi wake up call bagi para pemimpin kita," kata Connie.
Baca juga: Maling Motor Masuk Septic Tank, Sempat Ditolong Warga Gegara Dikira Korban Kecelakaan
Baca juga: SARWENDAH Angkat Bicara Dituduh Halangi Ruben Bertemu Anak, Singgung Tak Dinafkahi Mulai Akhir 2025
Ia mengingatkan bahwa kekuatan sebuah negara tidak hanya diukur dari jumlah alutsista yang dimiliki, tetapi juga kesiapan logistik, stok amunisi, kemampuan intelijen, serta dukungan masyarakat terhadap negara.
Dalam pandangannya, faktor rakyat menjadi elemen yang sangat menentukan ketika sebuah negara menghadapi tekanan eksternal.
"Apakah TNI siap atau tidak, itu penting. Tapi yang juga penting adalah apakah rakyat Indonesia siap dan memiliki kedekatan dengan pemerintah. Itu faktor utama dalam menjaga negara," ujarnya.
Soroti Kelemahan Pertahanan dan Logistik
Connie menilai Indonesia telah melakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam beberapa tahun terakhir. Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan.
Salah satunya adalah persoalan stok amunisi dan logistik pertahanan yang dinilai masih terbatas apabila harus menghadapi situasi darurat dalam jangka panjang.
Selain itu, sebagian alutsista masih membutuhkan perawatan berat atau heavy maintenance, sehingga berpotensi mengurangi kesiapan operasional apabila terjadi krisis.
| MAMA SINTA Muncul Lagi Bantah Diculik dan Diintimidasi Aparat: Saya ke Jakarta Pakai Uang Pribadi |
|
|---|
| KRONOLOGI Pemuda di OKU Ditemukan Tewas Dengan Luka Gorok di Leher, Padahal Persiapan Acara Keluarga |
|
|---|
| PENYESALAN Kakek Soei Biantoro Gagal Selamatkan Istri Terjebak di Ruko yang Terbakar: Bojoku |
|
|---|
| WAJIB Belajar Bahasa Prancis Akan Diatur Kemendikdasmen, Qodari: Salah Satu Syarat Untuk Bisa Maju |
|
|---|
| PESAN Terakhir Brigadir Anton Tewas Mendadak Usai Gagal Kabur dari Penjara, Ogah Makan Berhari-hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Posisi-pengamat-pertahanan-dan-militer-Connie-Rahakundini-Bakrie.jpg)