Nilai Tukar Rupiah

Rupiah Kembali Catat Rekor Terlemah 4 Juni 2026 Tembus Rp18.029 per Dolar AS, IHSG juga Ambruk

Rupiah kembali mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah sekaligus menandai ambang psikologis baru Rp18.000 per dolar AS.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Thinkstock
Nilai tukar rupiah sudah menyentuh Rp18.029 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi. Posisi tersebut menjadi rekor terlemah rupiah sepanjang sejarah sekaligus menandai mata uang Garuda ke ambang psikologis baru Rp18.000 per dolar AS. 

TRIBUN-MEDAN.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini sudah menyentuh Rp18.029 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi.

Posisi tersebut menjadi rekor terlemah rupiah sepanjang sejarah sekaligus menandai mata uang Garuda ke ambang psikologis baru Rp18.000 per dolar AS.

Rupiah di pasar spot dibuka pada level Rp 17.983 per dolar AS. 

Namun, rupiah terus melemah dan akhirnya tembus ke atas level Rp 18.000 per dolar AS. 

Hingga pukul 09.28 WIB, rupiah pun terus melemah ke level Rp 18.029 per dolar AS. 

Pada perdagangan intraday, ini adalah level terburuk rupiah sepanjang sejarah.

Sementara itu di pasar Asia, mata uang di kawasan cenderung menguat. Won Korea Selatan memimpin penguatan setelah melonjak 0,41 persen.

Sedangkan ringgit Malaysia jadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia usai anjlok 0,48 persen. 

Purbaya Serahkan ke BI

Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah saat ini masih berada dalam kewenangan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter. 

Namun, pemerintah siap meningkatkan koordinasi apabila diperlukan. 

"Pertama itu kan jurisdiksi Bank Sentral untuk menjaga nilai tukar. Itu biar mereka jalan dulu. Nanti kita lakukan rapat berkala secara normal aja," kata Purbaya di Kompleks Parlemen pada Rabu (3/6/2026). 

Menurut dia, KSSK akan segera menggelar rapat apabila diminta oleh bank sentral untuk merespons perkembangan nilai tukar. 

"Kalau kita bisa melihat ada koordinasi yang bisa ditingkatkan sehingga memperbaiki nilai tukar, kita akan lakukan. Tapi sekarang itu masih dalam jurisdiksi bank sentral kita. Kecuali Bank Sentral minta rapat cepat, ya kita akan rapat cepat," ujar Purbaya.

Meski rupiah terus melemah dalam beberapa hari terakhir, Purbaya menilai tekanan terhadap mata uang Garuda lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar dibandingkan kondisi fundamental ekonomi nasional. 

Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintah saat ini fokus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

IHSG Ambruk

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved