Berita Nasional

Dikritik Terlalu Sering ke Luar Negeri, Prabowo: Pasti Ada Saja yang Nyinyir

Menurut Prabowo, apa pun yang dilakukan seorang presiden akan selalu mendapat komentar dari berbagai pihak.

Tayang:
IST
Presiden Prabowo Subianto dalam acara pengumpulan 12 ribu penggerak MBG di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026). (Dok. Setpres) 

Seperti diketahui, Dino Patti Djalal sempat memberikan kritikan pada Presiden Prabowo yang dinilainya terlalu sering melakukan kunjungan luar negeri.

Dalam masa jabatan Prabowo yang baru 1,5 tahun sebagai presiden, ia tercatat sudah melakukan kunjungan kerja luar negeri sebanyak 49 kali.

Dari 49 kunjungan luar negeri tersebut, terdapat 28 negara yang menjadi tujuan Prabowo yang bahkan didatangi lebih dari sekali sehingga total durasi kunjungan ke luar negeri tersebut mencapai akumulasi sekitar 95 hari.

Menurut Dino perjalanan dinas seorang kepala negara memakan biaya yang sangat fantastis.

Anggaran ini mencakup banyak hal, mulai dari tim pendahulu (advance), sewa pesawat, hotel, logistik, konsumsi, pengamanan, hingga uang harian delegasi.

Bahkan kunjungan luar negeri presiden itu bisa menghabiskan anggaran puluhan hingga ratusan miliar.

"Satu perjalanan ke luar negeri, bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar," ungkap Dino dalam video unggahannya.

Kritikan Dino Patti Djalal itu kemudian ditanggapi Teddy dengan penegasan bahwa Prabowo berkomitmen penuh untuk menggunakan dana pribadi jika terdapat pengeluaran yang melebihi pagu anggaran negara.

"Jadi yang pertama masalah biaya bila ke luar negeri ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy, dalam keterangan videonya yang diunggah di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).

Agenda ke Rusia Lagi

 Presiden RI, Prabowo Subianto, kembali agendakan kunjungan ke luar negeri ke Rusia pada Rabu (17/6/2026) pekan depan.

Keberangkatan kali ini difokuskan untuk mewakili Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) peringatan kerja sama ASEAN-Rusia yang diselenggarakan di kota Kazan.

Lawatan ini menjadi sorotan mengingat Prabowo baru saja merampungkan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow hanya dalam jeda waktu dua bulan sebelumnya.

Kepastian mengenai jadwal lawatan Prabowo itu dikonfirmasi langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

"KTT ASEAN dengan Rusia? Ya di Kazan ya tanggal 17," ujar Havas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ajang di Kazan nanti tidak hanya dihadiri oleh Prabowo

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved