Berita Viral

Wakil Ketua DPR Sarankan Warga Lepas Dollar, Dasco Pede Rupiah Segera Menguat

Dasco mengingatkan, jika rupiah terus menguat, maka mereka yang menyimpan dollar akan merugi karena nilainya semakin turun.

Tayang: | Diperbarui:
Kolase Tribun Medan/Istimewa
Potret Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyarankan kepada masyarakat untuk melepas mata uang dollar yang mereka simpan saat ini, karena percaya diri nilai tukar rupiah segera menguat. 

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan pelebaran defisit neraca transaksi berjalan, terutama di tengah tren penyusutan surplus perdagangan Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pasar tengah mencermati kemampuan pemerintah dalam menjaga keseimbangan fiskal atas berbagai program prioritas yang membutuhkan anggaran bernilai jumbo. 

Di sisi lain, tekanan terhadap sektor eksternal juga meningkat seiring berkurangnya surplus perdagangan yang selama ini menjadi salah satu penopang stabilitas nilai tukar rupiah.

Menurutnya, pemerintah juga menghadapi tantangan dari potensi membengkaknya subsidi bahan bakar minyak (BBM). 

Risiko tersebut muncul setelah harga minyak mentah dunia melonjak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang mengganggu jalur distribusi energi global. 

Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan kebutuhan impor energi Indonesia dan mendorong permintaan terhadap dolar AS.

Akibatnya, kebutuhan devisa meningkat dan dapat memberikan tekanan tambahan terhadap posisi fiskal pemerintah, termasuk melalui kenaikan beban utang. 

Di tengah kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 mencapai 144,9 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp 2.590,2 triliun. 

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi pada akhir April 2026 yang tercatat 146,2 miliar dolar AS. 

Jika ditarik lebih jauh secara historis, posisi cadangan devisa merupakan yang terendah sejak Juni 2024, ketika cadangan devisa berada di level 140,2 miliar dolar AS. 

Dengan demikian, posisi cadangan devisa saat ini menjadi yang terendah dalam kurun sekitar 23 bulan terakhir. 

Meski mengalami penurunan, Bank Indonesia mengklaim posisi cadangan devisa masih berada pada level yang memadai. 

Cadangan devisa Indonesia saat ini setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. 

Angka tersebut juga masih berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulan impor. 

Karena itu, BI menilai cadangan devisa masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved