Berita Viral

JUSUF KALLA Bawa Anaknya yang Pebisnis Minta Bertemu Prabowo, Teddy: Beliau Minta Waktu

Wakil Presiden ke - 10 dan ke - 12, Jusuf Kalla meminta bertemu Presiden Prabowo Subianto. 

Tayang:
Tribunnews.com
KASUS IJAZAH JOKOWI - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla usai melaporkan dugaan pencemaran nama baik di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Jusuf Kalla meyakini jika ijazah milik Jokowi sendiri sejatinya asli. Untuk itu, ia menyarankan agar Jokowi segera memperlihatkan ijazahnya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUN-MEDAN.com - Wakil Presiden ke - 10 dan ke - 12, Jusuf Kalla meminta bertemu Presiden Prabowo Subianto. 

Jusuf Kalla akan membawa anaknya yang berprofesi sebagai pengusaha

Permintaan Jusuf Kalla ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Kamis (11/6/2026). 

“Oh iya. Pak Wapres Jusuf Kalla beberapa hari lalu meminta waktu bertemu kepada Presiden Prabowo. Beliau akan datang bersama putra beliau yang juga seorang pebisnis,” ujar Seskab, Kamis, (11/6/2026).

Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo senantiasa membuka ruang komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai tokoh nasional.

Termasuk JK dan para pelaku usaha lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan serta membangun kolaborasi untuk kemajuan bangsa.

Jusuf Kalla Bicara Soal MBG

Jusuf Kalla (JK) membeberkan pandangannya terkait dengan kondisi ekonomi saat ini.

Dia menyoroti terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan JK dalam Seminar Publik dengan tema Kebijakan Ekonomi dan Manajemen Krisis yang digelar Universitas Paramadina pada Selasa (9/6/2026).

JK menjelaskan bahwa banyak pelajaran yang bisa Indonesia ambil dari berbagai krisis yang telah terjadi di dunia.

Hal tersebut mesti dilakukan agar krisis tidak terulang kembali. Dia pun menyoroti berbagai indikator yang bisa memberikan ancaman terhadap krisis, di antaranya pelemahan nilai tukar rupiah.

"Kenapa rupiah menurun dan dolar naik, karena orang banyak simpan dolar dan tidak percaya rupiah. Semakin banyak orang simpan dolar berarti nilai rupiah semakin turun, lepas rupiahnya. Itu supply and demand," katanya.

Rupiah memang telah menyentuh level Rp18.000 per dolar AS. Pada perdagangan hari ini, Selasa (9/6/2026), rupiah memang menguat 170 poin atau 0,94 persen.

Namun, sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) rupiah telah melemah sekitar 7 % . Indikator lainnya adalah pasar modal.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved