Berita Nasional

Imbas BI Rate Naik, Modal Asing Mulai Masuk RI, Rupiah Menguat Hampir 1 Persen

Lewat data Bloomberg, rupiah pada perdagangan Jumat (12/6/2026) ditutup di level Rp 17.860, menguat 0,72 persen

Tayang:
HO
Ilustrasi Rupiah-Dolar - Setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI rate pada Selasa (9/6/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah keluar dari level Rp18.000. 

TRIBUN-MEDAN.com - Setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI rate pada Selasa (9/6/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah keluar dari level Rp18.000.

Lewat data Bloomberg, rupiah pada perdagangan Jumat (12/6/2026) ditutup di level Rp 17.860, menguat 0,72 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp17.989 per dolar AS. 

Secara mingguan, rupiah menguat 1 persen atau tetapnya 0,98?ri posisi Rp 18.188 per dolar AS pada awal pekan.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menyampaikan, penguatan rupiah mencerminkan respons positif pasar terhadap bauran kebijakan Bank Indonesia. 

Baca juga: Lesunya Andri Mulyono Vendor Motor Listrik MBG Dijebloskan ke Penjara, Jaksa Incar Tersangka Lainnya

Adapun kebijakan BI meliputi kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, penguatan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), pemberian insentif hedging swap bagi investorasing, pembukaan akses repo untuk mendukung likuiditas perbankan, serta peningkatan intensitas operasi moneter rupiah dan valuta asing. 

"Langkah-langkah tersebut juga didukung oleh sinergi yang erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah," ucap Destry dikutip Sabtu (13/6/2026).

Destry menyampaikan, pasca kenaikan BI Rate, aliran masuk modal asing mengalami perkembangan positif, didukung oleh daya tarik instrumen keuangan domestik. 

Ia menjelaskan, tingginya minat investor global tecermin dari peningkatan masuknya dana asing melalui transaksi SRBI nonresiden dan Surat Berharga Negara (SBN) yang pada tanggal 10 dan 11 Juni 2026 masing-masing tercatat sebesar Rp15,11 triliun dan Rp3,91 triliun. 

Baca juga: Demo di Tengah Menuju Bundaran HI Berujung 2 Orang Diamankan Polisi, Kenakan Pakaian Berwarna Hitam

"Aliran masuk modal asing juga terjadi pada obligasi internasional Danantara yang penjualan perdananya berhasil mencapai Rp26,9 triliun. Perkembangan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik," paparnya.

Lebih Lanjut Destry mengatakan, ketahanan eksternal juga  semakin diperkuat melalui kerja sama keuangan antara Bank Indonesia, People's Bank of China (PBOC) dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA). 

Terdapat 3 kesepakatan yang dihasilkan, yaitu sinergi memperkuat tidak hanya ketahanan keuangan masing-masing negara melainkan stabilitas keuangan yang regional yang lebih luas, penguatan Bilateral Currency Swap Agrrement (BCSA), serta penguatan komitmen penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui perluasan Local Currency Transaction (LCT). 

"Langkah tersebut akan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," paparnya.

Baca juga: DAMPAK Harga BBM Pertamax Naik: Permintaan Pertalite Naik Tajam, Pengandara Utamakan Subsidi

Destry memastikan, Bank Indonesia akan terus hadir di pasar, mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan secara konsisten dan terukur, serta memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

"Dengan berbagai perkembangan diatas, diyakini rupiah akan terus menguat terhadap dolar AS menuju ke level fundamentalnya," paparnya.

Pergerakan Rupiah Pekan Depan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved