Berita Viral
Arahan Presiden Prabowo pada Danantara, Efisiensi 1.077 Perusahaan BUMN Jadi Sekitar 200, Ada PHK?
Danantara telah melakukan berbagai simulasi dan perhitungan terkait dampak restrukturisasi
TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah melakukan efisiensi dengan jumlah entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang saat ini mencapai 1.077 perusahaan menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan.
Langkah efisiensi dilakukan pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Danantara merupakan lembaga pengelola dana abadi dan investasi (superholding) milik pemerintah Indonesia.
Konsepnya mirip dengan Temasek di Singapura, bertujuan mengonsolidasikan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis agar menjadi kekuatan investasi mandiri untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional
Baca juga: Dituding Kerahkan Ratusan Komcad ASN saat Demo Mahasiswa, Kementerian Pertahanan Angkat Bicara
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan perampingan dilakukan untuk menciptakan struktur pengelolaan perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Menurut Dony, banyaknya jumlah entitas BUMN selama ini justru menimbulkan persoalan efisiensi, terutama karena sebagian besar perusahaan memiliki kinerja yang kurang optimal.
Dari total 1.077 perusahaan yang ada saat ini, sekitar 52 persen di antaranya tercatat mengalami kerugian.
"Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK," ujar Dony Oskaria dalam keterangan yang disampaikan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), dikutip Minggu (14/6/2026).
Dony mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan BUMN yang merugi tersebut secara akumulatif membebani keuangan negara hingga sekitar Rp20 triliun.
Karena itu, konsolidasi dan restrukturisasi dinilai menjadi langkah yang tidak bisa dihindari untuk memperbaiki kondisi perusahaan-perusahaan pelat merah.
Meski jumlah perusahaan akan dipangkas secara signifikan, Dony memastikan kebijakan tersebut tidak akan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Arahan Presiden Prabowo
Ia menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto adalah menjaga keberlangsungan pekerjaan para pegawai BUMN di tengah proses transformasi yang berlangsung.
Menurutnya, Danantara telah melakukan berbagai simulasi dan perhitungan terkait dampak restrukturisasi, termasuk skenario yang tidak melibatkan PHK.
Dari hasil kajian tersebut, penghematan yang diperoleh melalui konsolidasi perusahaan dinilai jauh lebih besar dibandingkan biaya tenaga kerja yang harus dipertahankan.
"Kami sudah menghitung berbagai opsi. Efisiensi yang diperoleh dari konsolidasi perusahaan jauh lebih besar dibandingkan biaya tenaga kerja yang ada," kata Dony.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Prabowo-omon-omon-di-HUT-Danantara.jpg)