PDI Perjaungan Sumut
Reses di Desa Terisolir Labura, Ketua DPD PDIP Sumut Diminta Lanjutkan Perjuangan Jalan Rusak 50 Km
Seribuan warga menghadiri reses Rapidin Simbolon di desa terisolir Teluk Pule Dalam. Aspirasi utama jalan rusak.
TRIBUN-MEDAN.COM, LABUHANBATU UTARA-Debu beterbangan setiap kali kendaraan melintas di ruas jalan menuju Desa Teluk Pule Dalam, Kecamatan Kualuh Leidong yang menghubungkan 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Kualuh Hulu, Kualuh Selatan, Kualuh Hilir, dan Kualuh Leidong.
Lubang menganga di sejumlah titik memaksa pengemudi memperlambat laju. Di musim hujan, jalan itu berubah menjadi kubangan lumpur.
Di musim kemarau, debu dan gelombang tanah menjadi pemandangan sehari-hari.
Di ujung jalan yang terisolasi itulah Anggota Komisi XIII DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs Rapidin Simbolon MM, tiba dalam agenda reses, Senin (2/3/2026).
Rapidin didampingi Ketua DPC Labura Poaradda Nababan, Bendahara Mufti Ahmad Dalimunthe dan Sekretaris Ade Herlanda Harahap serta unsur partai lainnya.
Sekitar seribuan warga berkumpul menyambutnya. Mereka tidak sekadar datang untuk bersalaman, tetapi membawa satu harapa yang sama melanjutkan pembangunan jalan penghubung daerah tersebut yang pernah ia perjuangkan.
Robinson Manullang, tokoh masyarakat setempat yang juga mewakili warga, menyampaikan harapan agar ruas jalan sepanjang kurang lebih 50 kilometer yang menghubungkan empat kecamatan di Labuhanbatu Utara itu kembali menjadi prioritas.
Jalan tersebut menghubungkan Kualuh Leidong dengan Kualuh Hilir, Kualuh Selatan, dan Kualuh Hulu urat nadi distribusi hasil pertanian dan akses layanan dasar warga.
“Kami menyaksikan sendiri dulu bagaimana jalan itu dibangun dan diaspal. Waktu itu Pak Rapidin bahkan belum anggota DPR RI, tapi sudah memperjuangkannya,” kata Robinson.
Sebagian ruas memang sempat diperbaiki pada 2021. Namun, kondisi saat ini kembali memburuk, terutama menuju Teluk Pule Dalam.
Pantauan di lapangan menunjukkan jalan berlubang dalam, badan jalan bergelombang, dan sejumlah titik rawan kendaraan terjebak.
Seorang warga bermarga Sinaga di Sungai Apung mengatakan, saat hujan turun kendaraan kerap terperosok dan antrean mengular. “Kalau kemarau, debunya tebal sekali. Padahal ini jalan utama,” ujarnya.
Mufti Ahmad Dalimunthe, politisi PDIP Labura, mengingatkan kembali awal perjuangan itu. Ia bercerita, beberapa tahun lalu Rapidin pernah terjebak hingga tiga jam di ruas jalan tersebut karena kendaraan terpuruk.
Keluhan serupa disampaikan pemerintah daerah saat itu. Aspirasi itu kemudian dibawa ke pusat.
“Beliau mengusulkan ke Ketua Komisi V saat itu, Lazarus, dan juga menyampaikan langsung kepada Sesneg Pramono Anung. Sampai akhirnya Presiden Jokowi turun, dan sebagian ruas di Sungai Apung diaspal,” kata Mufti.
| Respons KSP Terkait Kritik Rapidin, Skema MBG Lewat Ibu Rumah Tangga Akan Dilaporkan ke Presiden |
|
|---|
| PDIP Komisi XIII DPR RI Kunjungi Lapas Rantauprapat, Soroti Overkapasitas dan Hak Warga Binaan |
|
|---|
| Ketua DPD PDIP Sumut Bagikan Benih P-32 di Samosir, Osvaldo Turut Dorong Akses Bibit Tanaman Keras |
|
|---|
| Ibadah Jumat Agung di Lontung, Ketua DPD PDIP Sumut Bawa Ratusan Paket Sembako dan Bantu Kas Gereja |
|
|---|
| Ketua DPD PDIP Sumut Tanam Pohon Bersama Pastor, Lembaga Adat dan AMAN: Pemulihan Hutan Danau Toba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mendukung-kelanjutan-pembangunan-jalan-penghubung-Sungai-Apung.jpg)