PDI Perjuangan Sumut

Resmikan Rumah Aspirasi Sofyan Tan, Ketua PDIP Sumut: Rumah yang Berlandaskan Pancasila dan Trisakti

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon bersama Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dr Sofyan Tan memotong tumpeng

Tayang:
Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Drs Rapidin Simbolon MM bersama Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dr Sofyan Tan memotong tumpeng dan menggunting pita saat peresmian Rumah Aspirasi Sofyan Tan di Kompleks CBD Polonia, Medan, Senin (1/6/2026). Peresmian yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno itu menjadi penegasan komitmen PDI Perjuangan dalam memperjuangkan pendidikan, kebudayaan, serta pelayanan bagi masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno di Kompleks CBD Polonia, Medan, Senin (1/6/2026) tidak hanya menjadi ruang refleksi terhadap perjalanan bangsa. 

Momentum itu juga menjadi panggung penegasan arah perjuangan politik PDI Perjuangan di Sumatera Utara.

Di hadapan kader, relawan, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta pegiat budaya yang menghadiri peresmian Rumah Aspirasi Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dr Sofyan Tan, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon mengingatkan bahwa politik harus tetap berpijak pada kepentingan rakyat kecil.

Bagi Rapidin, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan. Di dalamnya terkandung amanat besar untuk menjaga demokrasi, merawat persatuan, dan memastikan negara hadir bagi mereka yang lemah.

Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan hingga kini tetap menjadikan pemikiran Bung Karno sebagai arah perjuangan politik partai. 

Tidak hanya Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga Trisakti yang mengajarkan bangsa Indonesia untuk berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

"Pemikiran Bung Karno tidak berhenti pada lahirnya Pancasila. Trisakti adalah jalan yang harus terus diperjuangkan. Itulah yang menjadi pegangan PDI Perjuangan dalam mengawal demokrasi dan memperjuangkan rakyat," kata Rapidin.

Menurut mantan Bupati Samosir itu, salah satu capaian penting demokrasi Indonesia adalah terjaminnya hak rakyat untuk menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan politik secara langsung. 

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menyia-nyiakan hak yang diperoleh melalui perjalanan panjang demokrasi bangsa.

"Hak berpendapat dan hak memilih adalah hak paling mendasar yang dimiliki setiap warga negara. Jangan pernah menjual hak itu. Demokrasi yang sehat hanya bisa lahir dari rakyat yang merdeka dalam menentukan pilihannya," ujarnya.

Rapidin kemudian mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan keberadaan Rumah Aspirasi Sofyan Tan yang baru diresmikan. 

Menurut dia, rumah aspirasi bukan hanya tempat menerima keluhan masyarakat, melainkan harus menjadi ruang pengabdian yang nyata bagi rakyat.

Ia menyebut, semangat yang dibangun Sofyan Tan selama ini sejalan dengan watak perjuangan PDI Perjuangan yang menempatkan wong cilik sebagai pusat perhatian.

"Partai ini besar karena rakyat. Karena itu rumah aspirasi ini harus menjadi rumah rakyat. Rumah bagi mereka yang membutuhkan bantuan, membutuhkan pendidikan, dan membutuhkan jalan keluar atas persoalan hidup yang dihadapi," kata Rapidin.

Ia juga mengapresiasi kiprah Sofyan Tan yang selama bertahun-tahun dikenal konsisten memperjuangkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. 

Menurut Rapidin, banyak anak-anak Sumatera Utara yang dapat melanjutkan pendidikan berkat program beasiswa dan bantuan yang diperjuangkan Sofyan Tan.

"Saya menjadi saksi bagaimana Pak Sofyan Tan bekerja untuk masyarakat. Banyak daerah yang merasakan manfaat perjuangannya, termasuk bantuan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan," ujarnya.

Sementara itu, Sofyan Tan menegaskan Rumah Aspirasi yang diresmikannya akan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun kelompok sosial.

Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, ia memastikan rumah tersebut akan menjadi tempat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pendidikan.

"Orang miskin datang ke sini untuk pendidikan, kami akan bantu. Tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena persoalan biaya," kata Sofyan Tan.

Peresmian Rumah Aspirasi berlangsung dalam suasana yang sarat nilai kebangsaan. Acara diawali doa lintas agama dan pertunjukan budaya yang menampilkan keberagaman sebagai kekuatan bersama.

Di tengah peringatan Bulan Bung Karno, pesan yang mengemuka dari kegiatan itu sederhana namun kuat, politik harus kembali kepada rakyat. 

Dan Rapidin menegaskan bagi PDI Perjuangan, jalan itu tetap ditempuh melalui penguatan pendidikan, keberpihakan kepada wong cilik, serta menjaga api Pancasila dan Trisakti tetap menyala di tengah kehidupan masyarakat.(Jun-tribun-medan.com).

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved