Berita Seleb

Dihujat Hampir Seluruh Indonesia, Roby Tremonti Mengaku Dibully Orang Bodoh: Semakin Bijak

Seolah tak ada perasaan terganggu setelah ramai dihujat perkara buku Aurelie Moeremans, Roby malah tetap terlihat santai. 

Istimewa
MANTAN KEKASIH - Roby Tremonti pernah menjalani hubungan dengan Aurelie Moeremans pada tahun 2009, saat itu ia berusia 29 tahun, dan umumkan telah menikah pada 2011 

"Teman-teman yang mengerti pernikahan Katolik pasti tahu, itu tidak mudah. Tidak bisa hari ini daftar, besok nikah. Ada proses panjang, salah satunya Penyelidikan Kanonik," tegas Roby.

Ia menjelaskan bahwa setiap pasangan harus melewati wawancara empat mata dengan Romo. 

Jika ada unsur tekanan, pernikahan tersebut dipastikan tidak akan pernah terjadi.

"Mempelai wanita ditanya sendiri, ditanyakan, 'Apa dasar kamu mau menikah? Ada paksaan tidak?'. Kalau Romo menemukan sedikit saja kejanggalan atau keraguan, pernikahan itu tidak akan disahkan. Faktanya, kami menikah. Artinya, saat itu Aurelie menjawab tidak ada paksaan," ungkapnya.

Rahasia di Balik Surat Pembatalan (Annulment)

Sorotan tajam tertuju pada status annulment atau pembatalan pernikahan yang diklaim telah dikantongi Aurelie.

Roby mengaku heran karena sebagai pihak suami, ia merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses hukum gereja tersebut.

"Surat resmi dari gereja bahwa ada pembatalan pernikahan, saya tidak pernah pegang itu. Saya tidak pernah merasa dapat undangan dari gereja terkait untuk pembatalan. Itu tidak ada," akunya.

Aurelie Paksa Roby

Yang paling mengejutkan, Roby membongkar sebuah pesan singkat dari Aurelie beberapa tahun lalu.

Ia mengklaim diminta untuk membuat pengakuan palsu mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) agar proses pembatalan di gereja bisa berjalan mulus.

"Pernah kala itu di tahun berapa saya lupa ya, ada chat masuk. Dia (Aurelie) cuma bilang istilahnya 'jangan jadi orang yang menyebalkan deh'. Dia bilang, 'Saya mau ngurus pembatalan nih' gitu," ucap Roby.

Namun, kerja sama itu ditolak keras oleh Roby karena ia merasa tidak pernah melakukan tindakan kekerasan tersebut.

"Tapi syaratnya untuk gereja Katolik itu kan harus ada narasi dari masing-masing pasangan untuk kenapa mau gitu'. Ya di situ saya harus menulis bahwa saya KDRT. Kan nggak mungkin, saya nggak melakukan. Itu lho jawabannya," imbuhnya.

 
Awal Konflik

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved