Berita Viral

Ammar Zoni Sebut Rutan Salemba Sarang Narkoba: Murah dan Mudah Didapat

Hal ini diungkapkannya saat pembacaan pleidoi atau nota pembelaan atas kasus keempatnya

Tayang:
HO/Tribun-medan.com
SIDANG NARKOBA - Ammar Zoni saat jelang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025). Ammar Zoni ngaku dapat tawaran Rp 10 juta awasi peredaran narkoba dalam lapas. 

Melalui pembelaannya, Ammar berharap Majelis Hakim dapat melihat kondisinya sebagai seorang pecandu yang membutuhkan lingkungan yang tepat untuk pulih, bukan hukuman yang justru menjerumuskannya lebih dalam.

Adapun Ammar Zoni sebelumnya dituntut sembilan tahun penjara dan denda Rp500 juta.

Ungkap Penyesalan dan Minta Maaf ke Anak

Ammar Zoni mengungkapkan penyesalannya saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait kasus dugaan peredaran narkoba di dalam rutan, Kamis (2/4/2026).

Ammar Zoni tak kuasa menahan emosinya saat menceritakan momen terberat dalam hidupnya, yakni saat ia harus menghadapi gugatan cerai dari istrinya, Irish Bella.

Momen itu terjadi justru ketika ia sedang berjuang melawan kecanduan narkoba di panti rehabilitasi akibat kasus keduanya. Dengan suara bergetar, Ammar Zoni mengenang kembali saat-saat ia menerima kabar yang tak pernah ia duga sebelumnya.

"Sungguh menyakitkan bukan karena rehabnya, melainkan kabar yang saya terima datang dari mantan istri saya," kata Ammar di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

Kabar tersebut adalah keinginan Irish Bella untuk mengakhiri rumah tangga mereka. "Yaitu keinginannya untuk bercerai, meminta saya untuk memberikan talak kepadanya," lanjutnya.

Ammar mengaku sangat menentang perceraian tersebut. Baginya, keputusan itu bertentangan dengan nilai-nilai keluarga yang ia pegang teguh, mencontoh kesetiaan almarhum ayahnya kepada ibunya hingga akhir hayat. "Ya tentu saja saya menolak. Untuk saya yang dibesarkan oleh keluarga yang tidak ada kata bercerai," jelasnya.

Ia mencoba segala cara untuk mempertahankan rumah tangganya, mulai dari memohon, meratap, hingga menangis meminta kesempatan. Namun, keputusan Irish sudah bulat. Momen itu membuatnya merasa diasingkan dan dibuang justru di saat ia paling membutuhkan dukungan.

Ammar memposisikan dirinya sebagai orang yang sedang 'sakit' karena kecanduan, yang seharusnya dirawat, bukan ditinggalkan. "Kecanduan adalah penyakit otak kronis yang sulit disembuhkan. Lalu kenapa orang yang sedang sakit dibuang? Di saat hanya dialah satu-satunya rumah tempat saya kembali pulang, tetapi malah diasingkan atas kekurangan saya," beber Ammar Zoni.

Kesedihan Ammar semakin berlipat saat mengenang kepergian sang ayah, Suhendri Zoni, ketika ia masih berada di balik jeruji besi pada kasus sebelumnya. Ia menyebut ketidakmampuannya mendampingi sang ayah di saat terakhir sebagai dosa besar. Momen paling menyayat hati adalah ketika ia diizinkan melihat jenazah ayahnya dalam kondisi tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan.

Perasaan bersalah inilah yang diakuinya menjadi pemicu depresi berat hingga ia kembali jatuh ke lubang yang sama untuk ketiga dan keempat kalinya.

Puncak emosi Ammar meledak saat ia menyampaikan pesan langsung kepada kedua buah hatinya, Air Rumi Akbar dan Amala Puti Sabai Akbar. Ia meratapi banyaknya waktu berharga yang terbuang sia-sia di balik jeruji besi, waktu yang seharusnya ia gunakan untuk melihat mereka tumbuh besar.

"Saya minta maaf kepada anak-anak saya, Air dan Amala, maafkan Daddy ya," ucap Ammar terbata. Ia membayangkan momen-momen sederhana sebagai ayah yang kini mustahil ia lakukan.

"Seharusnya Daddy ada melihat kalian tumbuh, mengajari kalian, membacakan cerita sebelum kalian tidur, mengantarkan kalian ke sekolah. Maafkan Daddy."

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved