Siantar Krisis Petani Muda, Luasan Pertanian Terus Menurun
Bagi Mean, hal ini pun menjadi tantangan dalam perubahan mindset anak muda terhadap dunia pertanian.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pemerintah Kota Pematangsiantar lewat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengakui adanya tantangan dalam mempertahankan produksi pertanian beberapa tahun ke depan. Pasalnya, mayoritas petani berada pada rentang usia 55 tahun ke atas.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, L Pardamean Manurung. Pria yang akrab disapa Mean ini menyebut, budaya bertani tradisional masih dilaksanakan hingga hari ini.
“Sementara para remaja dan generasi penerus di keluarga petani tersebut enggan meneruskan profesi mulia itu. Banyak dari mereka memilih karier merantau atau bekerja di luar bidang pertanian,” kata Mean.
Bagi Mean, hal ini pun menjadi tantangan dalam perubahan mindset anak muda terhadap dunia pertanian. Padahal Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebenarnya terus menerus melakukan upaya edukasi dengan aksi penyuluhan.
“Sudah. Kita pun sudah terus-menerus lewat Petugas Penyuluh Pertanian agar pertanian orangtuanya ini dilanjutkan ke anaknya. Sehingga sedini mungkin anak-anak mereka belajar tentang pertanian,” kata Mean.
Baca juga: Dorong Petani Muda, Farmtastic Club dari Dairi Menang di YCFC 2025
“Kalau dibuat rasio generasi yang mau melanjutkan pertanian ini, paling 5 dari 100 keluarga petani. Yang lainnya lebih hobi kerja di tempat lain walau pun di sektor informal sekali pun,” kata Mean.
Akibat fenomena ini, luasan pertanian di Kota Pematangsiantar setiap tahun mengalami penurunan. Lahan-lahan yang mati tersebut lambat laun dijual dan menjadi kavling, perumahan, hingga area kosong.
Total luas lahan pertanian di Kota Pematangsiantar tercatat sekitar 2.000 hektare, dengan rincian lahan sawah seluas 1.279 hektare. Luas ini terus mengalami penyusutan akibat alih fungsi lahan seiring bertambahnya permukiman dan pembangunan di wilayah perkotaan.
Di sisi lain, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan hingga kini terus membantu merangsang produksi pertanian agar bertahan setiap tahunnya. Pada tahun 2026 ini, dinas mengalokasikan pupuk bersubsidi di Kota Pematangsiantar dengan rincian yakni Urea 897 ton, NPK 875 ton, dan Organik 20 ton.
Pada tahun ini juga, Pemko memberikan bantuan bibit padi unggul sebanyak 15.000 kg dan jagung unggul sebanyak 500 kg.
Ada pun kelompok tani (poktan) di Siantar terbesar berada di empat kecamatan, yakni Kecamatan Siantar Marimbun sebanyak 39 poktan, Kecamatan Siantar Marihat sebanyak 23 poktan, Kecamatan Siantar Sitalasari sebanyak 27 poktan, dan Kecamatan Siantar Martoba dengan 19 poktan.
| Siantar Krisis Petani Muda, Pemko Siantar Sebut Mayoritas Petani Berusia 55 Tahun Lebih |
|
|---|
| Bulog dan Petani Simalungun Menjaga Pangan di Tengah Sengatan Matahari dan Cuaca Tak Menentu |
|
|---|
| Terjerat Kasus Kontrak Fiktif, Kejari Binjai Tetapkan Dody Alfayed sebagai DPO |
|
|---|
| Petani di Toba Bernafas Lega, Hujan Datang Setelah Alami Musim Kemarau Panjang |
|
|---|
| Jaga Swasembada Pangan, Bupati Franc Tumanggor Hadiri Rakornas Bersama Kementerian Pertanian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Potret-Wajah-Petani-di-Kelurahan-Bah.jpg)