Catatan Futsal

Jadi Wakil Raja Itu Not Bad, Lah!

Israr bermain luar biasa gemilang di laga final Asian Cup Futsal 2026 versus Iran yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu, 9 Februari. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Ayu Prasandi
Tribunnews.com/Tribunnews/Herudin
KEDUA - Pemain Tim Nasional Futsal Indonesia usai menerima pengalungan medali di laga final Asian Cup Futsal 2026 versus Iran di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (8/2/2026). Indonesia menempati posisi kedua setelah kalah 9-10 (adu penalti 4-5). 

Faktanya jelas dan terang, peringkat Indonesia berada di bawah negara-negara ini. Sebelum bola di Indonesia Arena bergulir, Indonesia berada di posisi 24. Iran terdepan, peringkat lima.

Maka ketika Indonesia lolos dari cegatan Irak dan Vietnam, untuk kemudian melangkah menantang Jepang, maka sesungguhnya suporter-suporter futsal Indonesia sudah sampai pada posisi nothing to lose.

Sebangsa berharap dalam diam. 

Jepang, bagaimana pun adalah raksasa juga. Mereka "Wakil Raja". Jepang mencegah Iran mendominasi futsal Asia sepenuhnya. 

Tolok ukur kedua, Indonesia lebih sering kalah dari Jepang. Termasuk di laga uji coba terakhir jelang turnamen. Indonesia takluk 1-4. Di lain sisi, performa mereka sepanjang kejuaraan juga meyakinkan. Jepang menyapu bersih semua laga. 

Namun kita semua tahu bagaimana akhirnya. Di laga yang serba sengit, laga yang nyaris membuat penonton tak bisa menarik napas panjang, Indonesia mengempas Jepang 5-3 setelah bermain imbang 3-3 di fase 2x20.

Indonesia mencacatkan sejarah yang lebih jauh. Final Piala Asia! Sebelumnya, perempat final menjadi pencapaian ttertinggi

Euforia pun pecah. Suporter tahu, dan paham, dan oleh sebab itu tetap menyambut girang walau tahu lawan yang dihadapi di partai puncak adalah Iran.

Wakil Raja telah ditumbangkan, sekarang giliran Sang Raja, demikian narasi yang beredar di media sosial, yang rata-rata disambut dengan emoticon tertawa.

Ya, kalimat gagah bernada optimistis yang dipandang sebagai candaan.

Sedikit ada yang lebih berterus-terang: semoga Indonesia bisa memberi perlawanan, sebab bagaimana pun ini final, dan karenanya, jangan sampai berkesudahan memalukan.

Begitulah, kita juga tahu bagaimana kesudahannya.

Seperti kalimat Nyi Ontosoroh tadi, rasa-rasanya memang tidak ada yang dapat menampik bahwa Indonesia telah memberikan perlawanan yang sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.

Barangkali akan ada yang menyela, tidak ada kekalahan yang terhormat sebab kemenangan pun seringkali dikotori trik dan instrik yang membuat kehormatan ternodai. Katakan sajalah demikian.

Namun pastinya ini bukan kekalahan yang menyesakkan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved