Sulit Mendapatkan Kamar, Warga Minta Rumah Sakit Umumkan Ketersediaan Kamar
Dhani menjelaskan, selama menggunakan BPJS Kesehatan, ia merasa sulit mendapat kamar dan harus lama menunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemprov Sumut segera memberlakukan Universal Health Coverage (UHC) pada Oktober 2025 agar masyarakat bisa berobat dengan e-KTP.
Dhani Ahmad, warga Jalan Tangguk Bongkar VIII, Kecamatan Medan Denai, mengapresiasi kebijakan ini dalam forum Sosialisasi Perda (Sosper) anggota DPRD Sumut, Landen Marbun, Senin, 15 September 2025.
Namun ia berharap DPRD Sumut bisa mengawasi praktik UHC di setiap rumah sakit.
"Misalnya soal ketersediaan kamar," ucapnya kepada Landen Marbun.
Dhani menjelaskan, selama menggunakan BPJS Kesehatan, ia merasa sulit mendapat kamar dan harus lama menunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Baca juga: Gubsu Bobby Sebut Warga Sumut Bisa Berobat Gratis Cukup dengan KTP, Ini Kata Sejumlah Rumah Sakit
Bahkan ia pernah pindah rumah sakit karena pihak rumah sakit mengaku kamar penuh.
"Kalau biaya gratis tapi kamar penuh, kan sama saja nol. Kami berharap rumah sakit tidak 'anak-tirikan' pengguna UHC daripada asuransi swasta," tambahnya.
Menanggapi hal ini, Landen Marbun akan menyampaikan keluhan warga secara tertulis ke Pemprov Sumut.
Landen menyarankan agar seluruh rumah sakit mengumumkan ketersediaan kamar di layar informasi dan website.
"Di layar harus ditulis jumlah kamar kosong, termasuk bed ICU. Informasi ini juga harus ada di situs rumah sakit agar warga bisa akses sebelum berobat," ucap Landen Marbun.
Kelengkapan informasi ini akan menyempurnakan sistem jaminan kesehatan yang menjadi prioritas Pemprov Sumut.
| Ustaz Ingah Maulana Ungkap 5 Identitas Bandar Narkoba di Belawan |
|
|---|
| INSTRUKSI Megawati, Puluhan Kader PDIP Tanam Pohon di Tapanuli Tengah |
|
|---|
| DPRD Sumut: Disdik Harus Izinkan Siswa di Daerah Bencana ke Sekolah Tanpa Seragam |
|
|---|
| Landen Marbun Desak Jasa Marga Bersihkan Gorong-gorong Tol: Warga Jadi Kebanjiran! |
|
|---|
| Landen Marbun Kritik Pertamina: SPBU Ditutup, Korban Banjir tak Bisa Isi BBM! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-Sumut-Landen-Marbun-menggelar-sosialisasi-perda-Layanan-Kesehatan.jpg)