Banjir dan Longsor di Sumut

Kisah Pengemudi Bus Terjebak Longsor Berhari-hari di Kecamatan Adiankoting Tapanuli Utara

Bencana alam yang terjadi di Tapanuli Utara pada Selasa (25/11/2025) membuat berbagai sektor kehidupan masyarakat sekitar terganggu.

Tayang:
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
KORBAN LONGSOR - Momos Tambunan sedang menunggu akses Taput menuju Tapteng pulih kembali. Ia sudah bertahan di Desa Sibalanga selama 4 hari sembari menunggu proses pembersihan material longsor berlangsung. Hingga hari ini, Sabtu (29/11/2025), proses evakuasi korban dan material longsor berlangsung. 

Ia juga berterimakasih kepada setiap pihak yang telah mendirikan dapur umum sehingga ia tak harus merogoh kocek membeli makanan. Ia tampak lusuh karena kurang tidur dan harus tetap waspada.

"Ya begitulah. Kalau sudah dibersihkan satu titik, kita kembali istirahat lagi. Kita terus menunggu sampai akses bisa terbuka kembali," lanjutnya.

"Kita tidak perlu ke warung selama menunggu di sini untuk makan. Kita cukup pergi ke dapur umum dan makan di sana. Setiap titik longsor itu sudah ada posko atau dapur umum," terangnya.

Pembersihan material masih berlangsung hingga hari ini, Sabtu (29/11/2025). Sejumlah alat berat sudah berada di lokasi. Setidaknya ada belasan orang korban meninggal dunia yang sudah di evakuasi pada titik longsor di Kecamatan Adiankoting sejak Rabu (26/11/2025) hingga hari ini, Sabtu (29/11/2025). Puluhan orang dinyatakan hilang akibat bencana tersebut.

Hingga saat ini, sinyal internet terputus total. Sepanjang jalan dari Desa Lobu Pining menuju Sibalanga, pihak PLN tengah mendirikan tiang baru.

(cr3/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved