Banjir dan Longsor di Sumut

BANTUAN Tak Kunjung Datang, Warga yang Kelaparan Menjarah Gudang BULOG Sibolga

Setelah lima hari terisolasi tanpa listrik, tanpa jaringan komunikasi, aliran logistik, warga yang kelaparan menyerbu Gudang BULOG Sarudik Sibolga

IST
DARURAT BANTUAN - Warga terlihat membawa karung beras dan minyak goreng usai membobol Gudang BULOG Sarudik di Sibolga, Sabtu (29/11/2025). Penjarahan terjadi setelah lima hari wilayah Sibolga–Tapteng terisolasi akibat banjir dan longsor, sementara bantuan pangan belum kunjung tiba. TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA 

Ringkasan Berita:- Warga yang kelaparan menyerbu Gudang BULOG Sarudik Sibolga, Sabtu (29/11/2025).
Aksi ini merupakan rangkaian dari penjarahan di berbagai ritel modern di Sibolga dan Tapteng.
Keterlambatan ini memperburuk kondisi warga yang sudah lima hari bertahan tanpa suplai pangan.
Kondisi ini memicu gelombang kepanikan dan membuat masyarakat semakin nekat menyerbu gudang, toko, hingga fasilitas penyimpanan logistik

 

TRIBUN-MEDAN.com - Penjarahan kembali terjadi di Kota Sibolga–Tapanuli Tengah (Tapteng) hingga hari ini masih lumpuh total akibat bencana banjir dan longsor.

Setelah lima hari terisolasi tanpa listrik, tanpa jaringan komunikasi, dan tanpa aliran logistik, warga yang kelaparan menyerbu Gudang BULOG Sarudik Sibolga, Sabtu (29/11/2025).

Aksi ini merupakan rangkaian dari penjarahan di berbagai ritel modern di Sibolga dan Tapteng.

Kota yang luluh lantak diterjang banjir bandang dan longsor sejak 24–25 November menyebabkan ribuan warga kehilangan rumah, akses jalan terputus, dan pasokan pangan tidak dapat masuk selama berhari-hari.

Diketahui, bantuan pemerintah baru bisa dikirim sejak Jumat (28/11/2025), bantuan logistik dari Medan telah diberangkatkan menuju Tapteng–Sibolga menggunakan pesawat Hercules.

Namun hingga malam ketika penjarahan terjadi di berbagai titik, bantuan tersebut belum sampai ke tangan masyarakat.

Baca juga: KONDISI di Tapteng Mulai Tak Kondisif, Telur Dijual Sebutir Rp 5 Ribu, Cabai Sampai Rp 200 Ribu

JARAH SWALAYAN - Kondisi di Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah mulai tak kondiusif. Warga yang kesulitan mencari bahan makanan, menjarah sejumlah swalayan, Sabtu (29/11/2025).
JARAH SWALAYAN - Kondisi di Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah mulai tak kondiusif. Warga yang kesulitan mencari bahan makanan, menjarah sejumlah swalayan, Sabtu (29/11/2025). (TRIBUN MEDAN)

Keterlambatan ini memperburuk kondisi warga yang sudah lima hari bertahan tanpa suplai pangan.

Saat pasokan tidak masuk, harga pangan di pasar-pasar kecil yang tersisa melonjak tak terkendali. Laporan warga menyebut harga cabai tembus Rp300 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal. Bahan pangan lain pun sulit ditemukan.

Kondisi ini memicu gelombang kepanikan dan membuat masyarakat semakin nekat menyerbu gudang, toko, hingga fasilitas penyimpanan logistik.

Dalam rilis resminya, Perum BULOG Kanwil Sumatera Utara menyebut kondisi sosial di Sibolga memburuk setelah infrastruktur vital rusak parah. 

Baca juga: Kapolri Serahkan 3,5 Ton Bantuan bagi Korban Banjir dan Longsor di Taput

Jalan-jalan penghubung tertimbun longsor, jembatan putus, dan seluruh wilayah gelap gulita akibat listrik padam.

Jaringan komunikasi masih mati total, membuat warga tidak mengetahui perkembangan evakuasi ataupun jadwal kedatangan bantuan. 

Situasi darurat inilah yang membuat warga berbondong-bondong mencari makanan dengan cara apa pun.

Penjarahan di Gudang BULOG Sarudik terjadi secara tiba-tiba. Ratusan warga berkumpul di depan kompleks gudang dan mendesak masuk dengan merobohkan pagar gerbang. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved