Banjir dan Longsor di Sumut

Viral Warga Taput Punguti Beras yang Berserakan karena Dilempar dari Helikopter, Ini Kata Pemprov

Sebuah video sejumlah warga memunguti butiran beras yang telah tercampur tanah viral di sosial media. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Instagram @jawatimurpopuler
Potongan gambar korban banjir dan longsor di Taput memunguti bantuan beras dari di tanah, karena kemasannya rusak saat diturunkan melalui helikopter. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Sebuah video sejumlah warga memunguti butiran beras yang telah tercampur tanah viral di sosial media. 

Dalam video yang dilihat dari akun instagram @jawatimurpopulr itu dituliskan beras itu berasal dari bantuan logistik untuk masyarakat yang terkena bencana alam banjir dan longsor di Tapanuli Utara Beras itu tumpah karena dilempar dari helikopter. 

awalnya tampak helikopter menjatuhkan beras dan bantuan mie instan dari helikopter kepada korban banjir dan longsor di sana. 

Saat makanan dijatuhkan banyak kemasan beras yang rusak hingga berceceran di tanah. Warga lalu beramai-ramai memungut beras yang bercampur tanah tersebut dan menjadikan bajunya sebagai wadah. 

Dalam video dijelaskan, bantuan yang diberikan dari helikopter karena akses ke wilayah tersebut tertutup longsor. 

Warga disebutkan banyak yang kecewa dan berharap ke depan penyaluran dapat dilakukan dengan lebih tertib. 

"Paket bantuan langsung habis berceceran, kondisi ini membuat banyak korban merasa kecewa karena tidak semua mendapatkan bagian," tulis narasi video. 

Ketua Harian Posko Darurat Bencana Pemprov Sumut, Basarin Yunus merespon kejadian tersebut. 

Menurutnya, pemberian bantuan dengan helikopter dilakukan karena kondisi darurat lantaran akses darat tidak bisa dilewati. Pihaknya terpaksa melakukan pengiriman lewat helikopter.

Namun tidak semua lokasi punya tempat landing helikopter yang sesuai standarnya, sehingga bantuan dilempar dari helikopter. 

"Tidak semua daerah atau desa-desa yang mempunyai helipad (tempat landasan helikopter) sehingga salah satu cara untuk bisa mendistribusikan bahan pangan ini adalah kita jatuhkan dari helikopter dengan harapan bisa diakses masyarakat setelah sampai di permukaan maupun di tanah," jelasnya.

Meski begitu, kata Basarin, ke depan pihaknya akan melakukan perbaikan-perbaikan untuk proses pengiriman bantuan dari udara, supaya bantuan yang diberikan tidak rusak.     

"Namun demikian ada satu dua mungkin yang rusak (bantuan yang dikirim) itu akan kita perbaiki nanti kedepannya, sehingga nanti bisa digunakan," ujarnya  

Namun dia meminta, masyarakat memahami kondisi yang terjadi, karena situasi yang terjadi darurat.     

"Tapi minimal itu bagaimana niatan kita itu masyarakat bisa mengakses perbekalan ini, sehingga tidak terjadi kekhawatiran di masyarakat. Itu dulu yang paling penting kita atasi karena ini memang kondisinya tidak normal. Jadi SOP nya, juga harus bisa kita pahami seperti itu," jelasnya.

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved