Banjir dan Longsor di Tapteng

Mentan Andi Amran Akan Perbaiki Sawah Rusak di Tapteng: Beri Kami 2 Minggu

Pemerintah memberi waktu maksimal dua minggu untuk menyelesaikan segala dokumen hak milik atas lahan tersebut.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
GAGAL PANEN - Menteri Pertanian Andi Amran pastikan akan memperbaiki sawah gagal panen akibat banjir bandang di Tapteng, Rabu (3/12/2025). 

Gagal panen, terjerat utang

Penderitaan mereka semakin bertamah akibat terlilit utang untuk modal bersawah.

"Banyak warga di sini meminjam uang dari program KUR (kredit usaha rakyat). Sekarang sawah kami terendam. Banyak warga gagal panen. Mau bayar pakai apa kami, pak?' ucap Riswan.

Riswan mengakui, lahan sawah milik warga Garoga seluas 45 hektare kondisinya gagal panen karena banjir bandang. 

Ia kemudian menceritakan asal kayu gelondongan yang ikut terseret saat banjir bandang.

"Ada katanya sebuah perusaahan yang tebang pohon untuk kebuh sawit di hulu sana," ujarnya.

Kami mau tinggal di mana?

Azhar Dalimunte, warga Garoga lainnya, berharap desanya harus dikembalikan seperti semula.

Ia mengaku bingung harus tinggal di mana setelah rumahnya hancur diterjang banjir bandang, apalagi kondisi desa nyaris hilang.

"Gak mungkin tinggal di rumah orang lain. Gak mungking kampung ini kami tinggalkan karena tempat kelahiran kami," ucapnya.

Kayu gelondong banjir bandang ini ternyata membuat warga Garoga geram. Rumah mereka hancur, keluarga tewas dan masih ada yang hilang.

"Kami tidak tahu nama perusahannya. Penebangan pohon katanya untuk lahan plasma sawit di gunung sana. Infonya kami dapat setelah kejadian," ujarnya.

Baca juga: Kapolres Mandailing Natal Pastikan Pemulihan Pascabencana Cepat dan Terkendali

Baca juga: DAFTAR Nama 5 Dewas KPK Akan Periksa AKBP Rossa Purbo Bekti Terkait Gubernur Sumut Bobby Nasution

Baca juga: Brimob Polda Sumut Sigap di Garoga, Susur Material Longsor, Selamatkan Warga, Evakuasi Pasien

Tenda di setiap rumah

Dalam kunjungannya di Garoga, Bahlil akan mendirikan tenda di setiap rumah. Diketahui desa ini dihuni 245 kepala keluarga. 

Artinya akan ada 245 tenda di setiap rumah untuk tempat tinggal masyarakat di Garoga.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved