Banjir dan Longsor di Tapteng
Mentan Andi Amran Akan Perbaiki Sawah Rusak di Tapteng: Beri Kami 2 Minggu
Pemerintah memberi waktu maksimal dua minggu untuk menyelesaikan segala dokumen hak milik atas lahan tersebut.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Ayu Prasandi
Gagal panen, terjerat utang
Penderitaan mereka semakin bertamah akibat terlilit utang untuk modal bersawah.
"Banyak warga di sini meminjam uang dari program KUR (kredit usaha rakyat). Sekarang sawah kami terendam. Banyak warga gagal panen. Mau bayar pakai apa kami, pak?' ucap Riswan.
Riswan mengakui, lahan sawah milik warga Garoga seluas 45 hektare kondisinya gagal panen karena banjir bandang.
Ia kemudian menceritakan asal kayu gelondongan yang ikut terseret saat banjir bandang.
"Ada katanya sebuah perusaahan yang tebang pohon untuk kebuh sawit di hulu sana," ujarnya.
Kami mau tinggal di mana?
Azhar Dalimunte, warga Garoga lainnya, berharap desanya harus dikembalikan seperti semula.
Ia mengaku bingung harus tinggal di mana setelah rumahnya hancur diterjang banjir bandang, apalagi kondisi desa nyaris hilang.
"Gak mungkin tinggal di rumah orang lain. Gak mungking kampung ini kami tinggalkan karena tempat kelahiran kami," ucapnya.
Kayu gelondong banjir bandang ini ternyata membuat warga Garoga geram. Rumah mereka hancur, keluarga tewas dan masih ada yang hilang.
"Kami tidak tahu nama perusahannya. Penebangan pohon katanya untuk lahan plasma sawit di gunung sana. Infonya kami dapat setelah kejadian," ujarnya.
Baca juga: Kapolres Mandailing Natal Pastikan Pemulihan Pascabencana Cepat dan Terkendali
Baca juga: DAFTAR Nama 5 Dewas KPK Akan Periksa AKBP Rossa Purbo Bekti Terkait Gubernur Sumut Bobby Nasution
Baca juga: Brimob Polda Sumut Sigap di Garoga, Susur Material Longsor, Selamatkan Warga, Evakuasi Pasien
Tenda di setiap rumah
Dalam kunjungannya di Garoga, Bahlil akan mendirikan tenda di setiap rumah. Diketahui desa ini dihuni 245 kepala keluarga.
Artinya akan ada 245 tenda di setiap rumah untuk tempat tinggal masyarakat di Garoga.
| Tangis Penyintas Banjir Tirawan Pecah, Lemang Jadi Penawar Lara Lebaran dan Bangun Huntara Mandiri |
|
|---|
| Pembangunan Huntara Tak Kunjung Selesai, Korban Banjir di Tapteng Bangun Rumah Mandiri |
|
|---|
| Hutanabolon Kembali Banjir, Bupati: Tanggul yang Telah Dibangun Jebol, Warga Mengungsi Kembali |
|
|---|
| Dua Bulan Usai Banjir, Begini Kondisi Belajar Mengajar di MAN 1 Tapteng |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Minta Mendagri Batalkan Pemangkasan Dana Transfer setelah Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/GAGAL-PANEN-Menteri-Pertanian-Andi-Amran-pastikan.jpg)