Sumut Terkini

Program MBG di Deli Serdang Tetap Berjalan Meski Libur Sekolah, Dinas Pendidikan: Tapi Tidak Semua

Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang menyebut tidak semua sekolah yang dapat distribusi menu MBG saat ini.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
IST
MENU MBG : Pekerja di salah dapur MBG di Deli Serdang menyiapkan pendistribusian untuk ke sekolah beberapa waktu lalu. Selama musim lebaran tidak semua dapur menyalurkan pendistribusian dan menyiapkan menu MBG ke sekolah. 

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Deli Serdang tetap berjalan meski sekolah sedang libur setelah penerimaan raport.

Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang menyebut tidak semua sekolah yang dapat distribusi menu MBG saat ini.

Banyak juga sekolah yang memang tidak dapat karena sedang musim libur. 

"Laporan ke dinas nggak ada memang (soal berapa banyak yang nerima menu MBG) tapi kitakan ada grup. Ada yang berikan (berjalan program MBG) ada yang tidak, tergantung komunikasi pihak dapur (SPPG) dengan sekolah. Ada yang jalan ada yang tidak," ujar Plt Kadis Pendidikan Deli Serdang, Samsuar Sinaga, Selasa (23/12/2025). 

Untuk yang program MBG berjalan di sekolah, Samsuar menyebut anak-anak sekolah datang ke sekolah.

Ada kesepakatan antara pihak sekolah dan pihak dapur pukul berapa makanan akan tiba di sekolah.

Untuk saat ini diakui dari 190 dapur yang direncanakan berdiri di Kabupaten Deli Serdang saat ini realisasinya belum 50 persen berjalan. 

"Perkembangan masih 72 dapur yang berjalan di Deli Serdang," kata Samsuar. 

Sementara itu Kepala Dapur salah satu SPPG di Kecamatan Lubuk Pakam, M Hafiz yang diwawancarai mengaku selama libur mereka tidak ada mendistribusikan menu makanan ke sekolah-sekolah.

Total ada 7 sekolah yang berhenti pendistribusian makanan selama musim libur saat ini. Meski demikian untuk dapur tetap beraktivitas saat ini. 

"Karena ada kesepakatan dengan pihak sekolah makanya kami tidak melaksanakan. Ada 7 sekolah semuanya sama. Mungkin pihak sekolah gak mau nerima resiko juga (takut siswa nggak mau datang ke sekolah ambil menu kalau berjalan programnya)," ucap Hafis  

Dalam pelaksanaan MBG ini, Hafis bilang mereka tetap mengikuti petunjuk teknis (Juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN) dimana sampai tanggal 31 Desember yang wajib untuk dijalankan itu untuk menyajikan menu bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

Untuk di wilayahnya dalam satu hari mereka hanya menyediakan menu untuk 210 saja. 

"Kami untuk di Desa Sekip penyaluran untuk Ibu Hamil, Menyusui dan Balita ini. Kami antarnya ke kantor desa dan nanti didistribusikan sama kader posyandu. Kalau untuk sekolah kalau memang pihak sekolah mau pasti kami laksanakan," kata Hafiz. 

(dra/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved