Banjir dan Longsor di Sumut

Rumah Warga di Dusun Benteng Batangtoru Jadi Aliran Sungai, Minta Pemerintah Turunkan Alat Berat

Muncul sebuah aliran sungai baru merendam pemukiman warga di Dusun Sukamaju, Hapesong Baru, Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel). 

|
TRIBUN MEDAN/AZIS HUSEIN HASIBUAN
JADI ALIRAN SUNGAI - Rumah warga di Dusun Sukamaju, Hapesong Baru, Batangtoru, Tapsel terendam hingga menjadi aliran sungai baru, Senin(5/1/2026). Sudah sebulan lebih warga bertahan dan memohon pemerintah menurunkan alat berat untuk menormalisasi sungai. 

TRIBUN-MEDAN.com, BATANGTORU - Muncul sebuah aliran sungai baru merendam pemukiman warga di Dusun Sukamaju, Hapesong Baru, Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel). 

Bagi masyarakat Batangtoru, dusun ini lebih dikenal dengan Kampung Benteng. Banjir merendam permukiman warga sudah terjadi sejak bencana banjir bandang pada 25 November 2025 lalu. 

"Tahun sudah berganti, warga kami di Benteng ini masih kebanjiran, rumah terendam. Kampung kami sudah jadi aliran sungai," ucap warga Yusuf Hutasuhut kepada Tribun-medan.com, Senin (5/12/2026). 

Sudah dua kali warga Benteng mengalami banjir bandang, pertama 25 November 2025 disusul sebulan kemudian. Banjir ini sempat membawa kayu gelondongan yang mengalir ke perumahan warga. 

Tercatat ada sekitar 50 kepala keluarga  yang mengungsi akibat banjir ini. Sebagian dari mereka ada yang bertahan dengan menumpang ke rumah tetangga, ada juga yang mengungsi ke rumah kerabat. 

Lantas apa penyebab banjir? 

Cuaca di Batangtoru belakangan ini agaknya bersahabat, sudah mulai jarang turun hujan. Kondisi di awal tahun 2026 berbeda dengan November dan Desember 2025 lalu yang hampir setiap hari diguyur hujan. 

Debit air di daerah aliran sungai (DAS) Batangtoru perlahan mulai normal, hanya saja pada Jumat 2 Januari 2026 kemarin Batangtoru seharian diguyur hujan. Memang kondisi debit air sempat meninggi, namun tiga hari belakangan sudah surut lagi. 

Seharusnya dengan kondisi DAS Batangtoru yang sudah tak ada banjir lagi, namun yang terjadi di Benteng justru sebaliknya--kampung terendam bahkan pemukiman jadi aliran sungai. 

Lantas apa sebab hingga demikian? Ternyata ada kerusakan DAS Batangtoru saking dahsyatnya banjir bandang pada 25 November 2025 lalu. Bibir sungai tak mampu lagi menahan derasnya air sehingga mencari aliran baru. 

"Cuaca sudah cerah begini, di kampung kami masih banjir dikarenakan kondisi lebih rendah dari sungai. Kami berharap aliran sungai dinormalisasi dan dibuat tanggul," kata Yusuf Hutasuhut. 

Sudah satu bulan lebih warga Benteng bertahan hidup dengan kondisinya kampungnya yang kini jadi aliran sungai. 

Menurut Yusuf, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel melalui Bupati Gus Irawan sudah datang langsung meninjau warganya di kampung ini. Tenda dan dapur darurat sudah didirikan. 

Kata warga, Bupati Gus Irawan juga memberi keringanan bagi warga yang rumahnya terendam banjir untuk mengungsi atau mengontrak.

"Diberi uang kontrak rumah Rp 600 ribu per bulan. Dicairkan tiga bulan pertama, tapi sekarang belum cair," katanya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved