Sumut Terkini

Truk Pelangsir Sawit Dihantam Kereta Api di Asahan, Sopir Tewas di Tempat

Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang di Kabupaten Asahan. Satu orang supir truk pelangsir sawit tewas .

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN MEDAN/Alif Al Qadri Harahap
DITABRAK KERETA API - Truk pelangsir sawit ringsek dihantam kereta api Sri Bilah Utama, jurusan Rantauprapat menuju Medan di Desa Pulau Maria, Teluk Dalam, Selasa (27/1/2026) siang. Supir meninggal ditempat. 

TRIBUN-MEDAN.COM, KISARAN - Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang di Kabupaten Asahan. Satu orang supir truk pelangsir sawit tewas ditempat setelah dihantam oleh kereta api Sri Bilah Utama, jurusan Rantauprapat - Medan, Selasa (27/1/2026) siang.

Peristiwa maut ini terjadi di Desa Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan.

Insiden berdarah ini tak hanya memakan korban jiwa, namun juga menyebabkan lokomotif CC2017708 milik PT KAI mengalami kerusakan parah.

Beberapa kerusakan dialami lokomotif, hingga perjalanan kereta sempat tertunda dan tidak dapat melanjutkan operasional. Sementara truk pelangsir sawit milik korban, mengalami kerusakan parah.

Rial, saksi mata mengaku sebelum terjadi kecelakaan, warga sudah sempat berusaha memeringatkan pengemudi truk.

Namun, pengemudi truk diduga ragu-ragu dan diduga tidak mendengar masyarakat yang sudah memberikan himbauan adanya kereta api.

"Dia datang dari simpang RGM, kemudian kami sudah teriak untuk memperingatkan ada kereta api tiba-tiba mobilnya berhenti, itulah kejadian ketabrak," kata Rial.

Katanya, truk tersebut baru kelar melangsir buah dari pabrik dan berencana hendak pulang kerumah. Namun, naas diperlintasan tanpa palang tersebut, korban tertabrak dan meninggal dunia.

"Mau pulang itu, baru keluar dari pabrik. Bawa sawit itu mau arah keluar. Tapi sampai disini kecelakaan," katanya.

Ia berharap, pemerintah segera melengkapi fasilitas keamanan masyarakat. Terlebih, pada perlintasan kereta api.

"Kami sangat khawatir, karena ini perlintasan kecepatan tinggi. Kalau kecelakaan, sudah pasti meninggal dunia. Pemerintah, diharapkan bisa bangun palang kereta agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban," pungkasnya.

(cr2/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved