Sumut Terkini
Pemkab Taput Finalkan Data Kerusakan Rumah terdampak Bencana Hidrometeorologi 2025
Bupati Jonius Hutabarat telah mengadakan rapat koordinasi penetapan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Taput.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, TARUTUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) finalkan data kerusakan rumah terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada bulan November 2025 lalu.
Bupati Jonius Hutabarat telah mengadakan rapat koordinasi penetapan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Taput.
Rapat ini dihadiri Direktur Sistem Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, Sekretaris Daerah Henry M.M. Sitompul, pimpinan perangkat daerah, camat, serta kepala desa wilayah terdampak bencana, bertempat di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung kemarin, Kamis (29/1/2026).
Ia menyampaikan agar seluruh perangkat daerah bersama TNI-Polri, pemerintahan kecamatan dan desa tetap bekerja secara kolaboratif bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Dari berbagai kegiatan, mulai dari awal penetapan status darurat bencana hingga masa transisi saat ini, kita tetap bekerja sama dan berkolaborasi," ujar Bupati Jonius Hutabarat, Jumat (30/1/2026).
"Dalam rapat koordinasi lalu bersama Pak Gubernur Sumut dan para bupati/ walikota, kita termasuk yang paling cepat menanggapi data pertambahan dana tunggu hunian, ini harus semakin di tingkatkan,” sambungnya.
Ia juga menyampaikan, sekarang sudah memasuki masa transisi pascabencana namun masih ada sebanyak 7 kepala keluarga masyarakat yang saat ini masih tinggal di pengungsian baik gereja maupun tenda di Desa Sibalanga harus segera dipindahkan ke hunian sementara (huntara) dan menjadi prioritas.
“Kita targetkan huntara tersebut akan mulai dibuka pada minggu depan, minggu depan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di pengungsian," lanjutnya.
Selain itu, pihaknya telah memasuki tahapan verifikasi dan validasi data calon penerima bantuan kerusakan rumah, baik rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan, yang seluruhnya harus berbasis ‘By Name By Address’ (BNBA).
Ia menegaskan, bantuan pemerintah sifatnya stimulan tidak mengganti kerugian secara total keseluruhan dan berpesan untuk melaksanakan gotong-royong pembersihan puing-puing pada lokasi bencana.
“Kita juga perlu membuatkan data rawan bencana yang kondisinya tidak rusak namun berpotensi untuk bencana, ini juga perlu kita data," ungkapnya.
"Kita pastikan secepatnya dilaksanakan gotong-royong untuk membersihkan lokasi bencana yang dibantu dengan alat berat sehingga lokasi tersebut lebih nyaman,” sambungnya.
Selanjutnya, pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tapanuli Utara memaparkan data awal yang diterima dari kepala desa dan camat berjumlah 957 unit sudah termasuk lahan pertanian.
Dinas Perkim bersama Tim teknis terkait telah melakukan verifikasi dan validasi data selama 1 minggu serta uji publik selama tiga hari di 56 desa dengan menempelkan daftar nama hasil verifikasi dan validasi untuk memperoleh berbagai masukan dari masyarakat.
Ditemukan adanya data ganda, termasuk NIK yang sama, sehingga dilakukan pencocokan dan pemutakhiran data (pemadanan data) dengan melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) guna memastikan keakuratan data dan menghindari duplikasi.
| BNI Angkat Bicara Terkait Aksi Demonstrasi di Pematang Siantar |
|
|---|
| Diikuti 1.000 ASN, BPSDM Sumut Gelar Webinar Bahaya Vape, Dipandu Moderator Dr Aryanto Tinambunan |
|
|---|
| Dibungkus Karung Seolah Durian, Polresta Deli Serdang Gagalkan Pengiriman 50 Kg Sabu di Pintu Tol |
|
|---|
| 2 Tahun Racuni Pekerja Kebun Pakai Narkoba Dagangannya, Bandar Sabu di Siantar Diringkus Polisi |
|
|---|
| Pedagang di Pasar Bahagia Tanjungbalai Direlokasi, Puluhan Pedagang di Pindah ke Gedung Eks Damkar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bupati-Jonius-Hutabarat-telah-mengadakan-rapat.jpg)