Kementerian PU Bangun IPA, Atasi Krisis Air Pasca-Bencana

Usai tinjauan Dody mengatakan, pihaknya akan membangun IPA dengan jumlah air 50 liter per detik untuk 11 ribu KK

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
JALAN AMBLAS - Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau lokasi pembangunan Shotcrete di Jalan Rampah-Poriaha, Kecamatan Tapian Nauli Tapteng. Pemasangan ini dilakukan untuk menyanggah terjadinya longsor kembali. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tarutung di Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Minggu (8/3/2026).

Hal ini dilakukan untuk meninjau kapasitas kebersihan air pasca bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Dalam tinjauan itu, ia mengecek proses pengolahan air pasca-bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu.

Usai tinjauan Dody mengatakan, pihaknya akan membangun IPA dengan jumlah air 50 liter per detik untuk 11 ribu KK. Hal ini dikarenakan, banyak warga yang mengalami krisis air pasca-bencana.

"Ini kan sebetulnya kemarin Tarutung termasuk daerah yang kena musibah, ya. Terus, ada beberapa pengolahan air minumnya yang terdampak, sehingga Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati minta tolong, bisa enggak yang ini ditambahin kapasitasnya supaya yang kemarin, yang terdampak, itu bisa tergantikan oleh yang di sini," ucapnya usai peninjauan.

Baca juga: Kementerian PU Bersih-bersih di Proyek  Cipta Karya,  Menteri Dody:  Sedang Diproses Kejati Sumut

Dikatakannya, pihak PU siap membantu dengan catatan, lahan pembangunan IPA harus disediakan oleh pemerintah setempat.

"Nah, kita dibantu Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati untuk lahannya. Kita, kalau masalah, apa, instalasi, eh, penyediaan airnya sih kita siapkan, cuma biasanya lahannya harus dari Pak Bupati. Kita usahakan percepatan," jelasnya.

Pembangunan IPA ini pun ditargetkan rampung pada Bulan Agustus - September mendatang.

"Mudah-mudahan sekitar Agustus - September sudah bisa fungsional, tambahan 50 liter per detik untuk kapasitas 11 ribu KK, bagi masyarakat di tiga kecamatan di Tarutung," katanya.

 Untuk total tambahan air, lanjut Dody, pihaknya menambah 100 liter per detik.

"Tambahan 100 liter per detik, mudah-mudahan bisa secepatnya pemerintah setempat untuk menyediakan lahannya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Sumut, Kementerian PU Yenni Mulyadi mengatakan, jika ditotalkan ada sembilan titik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang rusak di sejumlah wilayah Tapanuli Utara.

"SPAM yang kecil-kecil, dari sumber airnya itu mata air, itu kemarin terdampak bencana, ada sembilan jaringanlah gitu," katanya.

Dari sembilan SPAM itu, lanjutnya, bakal dipusatkan menjadi satu SPAM dengan sumber air bakunya dari lokasi IPA yang bakal dibangun ini.

"Nah, itu jumlah, kapasitas, atau lebih dari cukup, ini kita buatkan di situ nanti. Nanti melayani Kecamatan, Tarutung, dan Siatas Barita," jelasnya.

Menurutnya, sambil menunggu pembangunan satu SPAM dan IPA, warga masih menggunakan  SPAM yang lama.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved