Sumut Terkini
Pasar Murah di Tanjungbalai Diserbu Warga, Harga Miring Jadi Alasan Antri sejak Pagi
Pasar murah di Kantor Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai diserbu oleh emak-emak.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Pasar murah di Kantor Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai diserbu oleh emak-emak.
Pasar murah yang menyajikan harga lebih ekonomis dan lebih murah dari pasar, membuat ibu-ibu rela mengantri sejak pagi hingga siang demi mendapatkan sembako dan keperluan rumah tangga.
Selisih harga yang cukup lumayan jauh dari harga pasar, membuat masyarakat rela mengantri. Seperti Arfah yang mengaku mengantri sejak pukul 07.00 wib demi mendapatkan antrian lebih cepat dari ibu-ibu lainnya.
"Dari pagi tadi mengantri. Apalagi ini sudah mau lebaran, semua bahan pokok naik. Baiknya memang mengikuti walau antri tidak apalah, bisa dapat harga lebih murah," kata Arfah kepada tribun-medan.com, Rabu (11/3/2026).
Lanjutnya, program ini baiknya dilakukan setiap bulan demi menjaga kestabilan harga di pasar.
"Kalau ada pasar murah ini, pedagang pasti bersaing. Harga pasti lebih murah. Kalau setiap bulan dibikin, pasti harga di pasar stabil," katanya.
Selain itu, biaya bulanan ibu rumah tangga juga dapat ditekan dengan adanya pasar murah yang dilakukan oleh pemerintah.
"Sudah pasti berdampak ke keuangan ibunrumah tangga. Rp 5 ribu, sampai Rp 10 ribu itu berdampak sekali kepada kami ibu-ibu. Karena banyak pengeluaran," katanya.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Tanjungbalai, Muslim, mengaku, kegiatan Gerakan Pasar Murah dilakukan sejak 10 hingga 16 Maret 2026 di 6 Kecamatan se Kota Tanjungbalai.
Kata Muslim, kegiatan ini bertujuan menyediakan bahan pangan dengan harga lebih murah bagi masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Setidaknya, dalam kegiatan yang dilakukan di kecamatan Teluk Nibung itu ada 1 ton beras sphp dan 1200 liter minyak kita dijual dengan harga yang lebih murah dari pasar.
Beras sphp 5 kg dijual dengan harga Rp 56.500, telur ayam, Rp 50.000 per papan. Gula pasir Rp 17.500 per kg, dan minyak goreng kemasan 2 liter dijual dengan harga Rp 29.000.
"Tujuan kegiatan ini sesuai dengan nama programnya, gerakan pangan murah. Pasti menyiapkan bahan pangan yang dijual lebih murah dari pasar. Masyarakat khususnya kalangan menengah kebawah bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah," kata Kadis Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungbalai, Muslim.
Katanya, kegiatan ini akan dilakukan bergilir hingga akhir bulan Ramadan agar masyarakat dapat mendapatkan manfaat yang merata.
(cr2/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Gubsu Bobby Targetkan 6100 Koperasi Merah Putih di Sumut Rampung pada Agustus Mendatang |
|
|---|
| Hadiri Kontes Burung Berkicau, Gubsu Bobby Nasution Sebut Ekonomi Global sedang Tidak Baik |
|
|---|
| Kejati Sumut Mulai Periksa Sejumlah Saksi Usut Korupsi di PDAM Tirta Lihou Simalungun |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Sumut Minta Kapolda Lindungi Guru Ngaji yang Lawan Pengedar Narkoba |
|
|---|
| Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil saat Menyeberang di Balige |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Antrian-pasar-murah-di-Kantor-Camat-Teluk-Nibung-Kota-Tanjungbalai-Rabu.jpg)