Sumut Terkini
400 Peserta Ikuti Seminar K3 WSI, Tekankan Pengelolaan Risiko Bahan Kimia di Industri
Dihadiri lebih dari 400 peserta dari berbagai sektor industri, berkolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- PT Wahana Safety Indonesia (WSI) mengadakan seminar bertajuk Penguatan Budaya K3 dalam Pengelolaan Risiko Bahan Kimia di Industri, di Selecta, Kamis (23/4/2026).
Dihadiri lebih dari 400 peserta dari berbagai sektor industri, berkolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara.
Direktur Sales & Marketing PT Wahana Safety Indonesia, Frans Hermanto, menilai, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kini memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas operasional sekaligus meningkatkan daya saing industri.
WSI melihat bahwa volatilitas harga bahan bakar minyak (BBM) memberikan dampak langsung terhadap biaya logistik, produksi, hingga distribusi.
Dalam kondisi tersebut, perusahaan tidak lagi cukup mengandalkan efisiensi berbasis pengurangan biaya semata, melainkan perlu mengoptimalkan sistem operasional secara menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa K3 merupakan salah satu faktor kunci yang sering kali belum dimaksimaikan oleh perusahaan.
“Banyak perusahaan masih melihat K3 sebagai cost center, padahal dalam praktiknya K3 justru menjadi salah satu driver efisiensi terbesar. Satu insiden saja dapat menghentikan operasional dan menimbulkan kerugian berlipat, mulai dari downtime produksi hingga biaya kompensasi,” ujarnya.
Menurutnya, kecelakaan kerja tidak hanya berdampak pada keselamatan tenaga kerja, tetapi juga memicu berbagai biaya tidak langsung seperti gangguan produksi, penurunan produktivitas, hingga risiko reputasi perusahaan.
Oleh karena itu, implementasi K3 yang tepat dapat menjadi langkah preventif yang berdampak langsung pada efisiensi operasional.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, WSI terus mendorong implementasi Gerakan Keselamatan Nasional (#MulaiDariSaya) yang mengedepankan perubahan paradigma terhadap K3.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, Yuliani Siregar, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam memperkuat penerapan K3 di berbagai sektor.
"Terkait K3 memang harus dilaksanakan oleh semua industri dan semua harus sadar keselamatan kerja adalah yang utama," terangnya.
Menurutnya, peningkatan standar keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Ia mengatakan, keselamatan kerja dinilai bukan lagi Sekadar kewajiban, tetapi menjadi strategi bisnis untuk menjaga produktivitas dan profitabilitas di tengah tekanan biaya operasional.
(cr5/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Seminar K3
| UINSU Lantik 14 Guru Besar, Berikut Nama-nama dan Bidangnya |
|
|---|
| Video Dugaan Malpraktik Pengangkatan Rahim di RS Muhammadiyah Viral, Ini Kata Dinkes Sumut |
|
|---|
| Kodaeral I Klaim Serahkan 11 Orang Bandit Hasil Tangkapan, Polres Sebut Hanya Terima 2 |
|
|---|
| Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Ikan, Wakil Wali Kota Sibolga Diperiksa Polda Sumut Sampai Malam |
|
|---|
| Petani di Toba Bernafas Lega, Hujan Datang Setelah Alami Musim Kemarau Panjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SEMINAR-K3-Direktur-Sales-Marketing-PT.jpg)