Hari Buruh di Sumut
Massa AKBAR Sumut Duduki Jalan Balai Kota Medan Peringati Mayday 2026, Pengendara Putar Balik
Massa aksi tiba di Jalan Balai Kota sekira pukul 14.15 WIB, setelah sebelumnya bergerak dari titik awal di Masjid Raya Al-Mashun.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Sejumlah aliansi buruh, mahasiswa, dan masyarakat menggelar aksi di peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) di Kota Medan, Jumat (1/5/2026).
Salah satu titik yang menjadi pusat pelaksanaan aksi, berada di inti kota seperti di kawasan Lapangan Merdeka Medan, depan Kantor DPRD Sumut, di depan Kantor Gubernur Sumut, dan lainnya.
Salah satu kelompok peserta aksi yakni Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumatra Utara, menggelar aksi di Jalan Balai Kota, tepatnya di kawasan Lapangan Merdeka Medan.
Massa aksi tiba di Jalan Balai Kota sekira pukul 14.15 WIB, setelah sebelumnya bergerak dari titik awal di Masjid Raya Al-Mashun, di Jalan SM Raja, Medan.
Hingga beberapa jam menggelar aksi di Lapangan Merdeka, awalnya massa berencana akan bergerak ke depan Kantor DPRD Sumut.
Namun, tak lama massa ternyata memilih untuk tetap berada di titik awal aksi hingga menutup jalan dan membuat arus lalu lintas macet.
Amatan www.tribun-medan.com, massa aksi yang berpakaian baju berwarna merah serta membawa spanduk tuntutan dan sejumlah bendera aliansi buruh, tampak menduduki salah satu jalan inti Kota Medan ini.
Terlihat, massa duduk menutupi jalan di persimpangan antara Jalan Balai Kota dan Jalan Raden Saleh.
Akibat jalanan ditutupi massa, membuat kendaraan yang sudah sempat datang dari arah Kesawan tersendat.
Alhasil, sejumlah kendaraan baik sepeda motor maupun mobil, harus memutar arah kembali ke simpang Konsumen dan diarahkan menuju ke jalur lainnya.
Dalam peringatan Mayday tahun ini, massa AKBAR membawa sejumlah tuntutan untuk disuarakan ke jalan.
Pimpinan aksi, Didi Hardianto menjelaskan pihaknya melihat jika permasalahan pekerja di Sumut masih cukup kompleks. Seperti terjadinya PHK sepihak, status pekerja bagi buruh, dinas pengawasan yang tidak maksimal, dan juga penerapan upah yang masih di bawah ketentuan.
"Kembalikan undang-undang yang pro terhadap buruh, segala sesuatu bentuk dan tidak ada intimidasi lagi. Kawan-kawan juga diberikan wewenang untuk mendirikan serikat," ujar Didi.
Dikatakan Didi, dalam peringatan Mayday tahun ini pihaknya juga memilih tetap bergerak menyuarakan aspirasi kembali ke jalan saat perayaan Mayday.
Dimana mereka karena melihat ini merupakan bentuk perlawanan kepada kebijakan yang tak pro kepada buruh. Katanya, ia melihat aliansi buruh di Indonesia khusunya Sumut yang masih mau disetir oleh negara.
(mns/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| May Day 2026 di Medan, Wali Kota Rico Waas Nyanyi bareng Buruh |
|
|---|
| Massa AKBAR Tolak Rayakan Hari Buruh Bersama Pemerintah, Didi: Urusan Rakyat Masih Dinina Bobok |
|
|---|
| Kendaraan yang Melintas di Jalan Tol Binjai-Langsa pada Libur Panjang Hari Buruh Meningkat 30 Persen |
|
|---|
| Massa AKBAR Sumut Fokuskan Mayday di Lapangan Merdeka, Soroti Aparat Urusi Pertanian |
|
|---|
| Mayday, Gubsu Bobby Sentil BPJS Kesehatan: APBD Keluar, Mereka Angkat Kaki Saja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PERINGATAN-MAYDAY-2026-Sejumlah-kendaraan.jpg)