Raja Siregar Inal Cup 3

Raja Siregar Inal Cup 3 Berakhir, PBVSI Sumut Temukan Banyak Bibit Potensial untuk PON 2028

Binpres PBVSI Sumut, Muhammad Rizky, mengaku cukup terkesan dengan kualitas para peserta yang tampil pada kejuaraan tersebut.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PBVSI SUMUT - Foto bersama skuat Sentra Pembinaan PBVSI Sumut SMK Martabe usai Kejuaraan Daerah bola voli Raja Siregar Inal Cup 3 resmi berakhir di Gelanggang Olahraga (GOR) Sibualbuali, Kompleks Yayasan Pendidikan Marsipature Hutana Be (YPMHb), Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), pada Minggu (16/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kejuaraan Daerah bola voli Raja Siregar Inal Cup 3 resmi berakhir di Gelanggang Olahraga (GOR) Sibualbuali, Kompleks Yayasan Pendidikan Marsipature Hutana Be (YPMHb), Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), pada Minggu (16/5/2026).

Turnamen yang menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet muda tersebut berlangsung meriah dengan diikuti sebanyak 20 tim dari berbagai daerah.

Pada edisi kali ini, tim SMK Negeri 1 Tambusai Riau berhasil keluar sebagai juara pertama usai tampil konsisten sepanjang turnamen. Posisi runner up diraih SMK Martabe Sipirok, sementara peringkat ketiga ditempati SMK Nusantara Deli Serdang.

Kejuaraan ini juga mendapat perhatian serius dari Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumatera Utara. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pemantauan bakat atlet muda yang diproyeksikan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Binpres PBVSI Sumut, Muhammad Rizky, mengaku cukup terkesan dengan kualitas para peserta yang tampil pada kejuaraan tersebut.

Menurutnya, antusiasme peserta maupun tim sangat baik selama turnamen berlangsung. Bahkan ia melihat banyak potensi atlet muda Sumatera Utara yang memiliki kualitas menjanjikan.

“Secara keseluruhan antusias peserta dan tim sangat bagus. Banyak pemain-pemain Sumatera Utara yang potensinya mulai terlihat. Banyak bakat-bakat yang muncul, makanya dari PBVSI juga ada pemantauan bakat,” ujar pria yang juga Pelatih Sentra Pembinaan PBVSI Sumut di SMK Martabe kepada Tribun Medan, Minggu (17/5/2026).

Ia menilai sejumlah atlet memiliki postur ideal untuk cabang olahraga bola voli. Bahkan beberapa pemain disebut memiliki tinggi badan mencapai 190 centimeter yang dinilai sudah memenuhi kriteria awal untuk dipersiapkan masuk skuad PON Sumut.

“Saya cukup terkejut melihat postur tubuh mereka. Ada yang tingginya sampai 190 centimeter. Untuk tingkat pelajar ini tentu sangat potensial. Tinggal nanti ada beberapa penilaian lain lagi dari sisi teknik dan perkembangan permainan,” katanya.

Rizky menambahkan mayoritas atlet yang tampil masih berusia sekitar 17 tahun dan duduk di bangku SMA, sehingga peluang mereka untuk berkembang masih sangat besar dalam dua tahun ke depan menuju PON 2028.

Ia optimistis Sumatera Utara memiliki peluang untuk bersaing apabila pembinaan dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan.

“Kalau pembinaan terus berjalan baik, Insya Allah Sumut bisa berbicara di PON nanti,” ucapnya.

Selain itu, ia mengatakan, Kejurda Raja Siregar Inal Cup ini akan menjadi agenda rutin tahunan. Untuk itu ia berharap, seluruh tim bisa kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi event selanjutnya. 

“Tim-tim yang belum juara tentu bisa termotivasi untuk berbenah lagi tahun depan. Karena event seperti ini juga menjadi kesempatan untuk dilirik dalam persiapan menuju PON 2028,” jelasnya.

Sementara itu, SMK Martabe Sipirok yang merupakan Sentra Pembinaan PBVSI Sumut kembali menunjukkan konsistensinya dengan meraih posisi runner up pada turnamen kali ini.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved