Sumut Terkini
Harga Beras Meroket, Pengusaha Kusulitan Gabah hingga RPK Kecewa dengan Bulog
Harga beras medium yang sebelumnya berkisar Rp14.000 per kilogram kini telah menembus Rp16.000 per kilogram.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Harga beras di Sumatera Utara terus mengalami kenaikan dan kini mencapai level yang dikeluhkan pelaku usaha.
Pengusaha kilang padi di Deli Serdang berinisial AS menyebut kondisi saat ini sebagai situasi yang cukup berat bagi pelaku usaha penggilingan beras.
Harga beras medium yang sebelumnya berkisar Rp14.000 per kilogram kini telah menembus Rp16.000 per kilogram.
Kenaikan tersebut, menurut AS, dipicu oleh semakin sulitnya memperoleh gabah di tingkat petani.
Ia mengatakan kondisi di lapangan berbeda dengan informasi yang menyebutkan stok gabah melimpah. Kelangkaan bahan baku membuat kapasitas produksi penggilingan menurun drastis.
“Saat ini kami hanya bisa memproduksi sekitar 45 ton per minggu. Padahal sebelumnya bisa mencapai 30 ton per hari,” ujar AS kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, masa sulit mulai dirasakan sejak April 2026. Bahkan, sejumlah penggilingan padi disebut terpaksa menghentikan operasional untuk sementara waktu akibat kesulitan mendapatkan gabah.
AS menilai persaingan mendapatkan gabah semakin ketat karena pengusaha penggilingan harus bersaing dengan pemerintah dalam menyerap hasil panen petani.
Selain itu, ia mengaku pelaku usaha kini tidak lagi leluasa menyimpan stok gabah dalam jumlah besar seperti sebelumnya.
“Dulu kami berani menyimpan gabah setelah panen selesai. Sekarang tidak berani lagi. Kalau menyimpan gabah dalam jumlah besar langsung ditanyai orang tak dikenal,” katanya.
Ia mengungkapkan harga Gabah Kering Panen (GKP) saat ini telah mencapai Rp8.000 per kilogram, sementara Gabah Kering Giling (GKG) menembus Rp9.500 per kilogram.
Untuk memenuhi kebutuhan produksi, gabah bahkan harus didatangkan dari luar Deli Serdang hingga ke wilayah Pahae, Kabupaten Tapanuli Utara.
“Saya juga sudah menghubungi rekan-rekan di Sumatera Selatan dan Sumatera Barat. Ternyata di sana juga mengalami kelangkaan gabah,” tuturnya.
Kecewa dengan Bulog
Di tengah kenaikan harga beras tersebut, masyarakat kini berharap Perum Bulog Cabang Medan melakukan stabilisasi harga melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Keluhan datang dari pedagang yang tergabung dalam program Rumah Pangan Kita (RPK).
Pemilik RPK di kawasan Helvetia, Agus, mengaku keberatan dengan kebijakan pengambilan beras SPHP yang kini dilakukan di Gudang Bulog Medan Labuhan.
“Ada gudang Bulog di Mabar, Jemadi, dan Mustafa. Tapi sekarang kami harus mengambil ke Medan Labuhan,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan tersebut menambah beban operasional pedagang kecil karena jarak tempuh yang lebih jauh.
“Selain memakan waktu lebih dari satu jam, biaya sewa mobil pikap juga naik hampir dua kali lipat. Kami pedagang kecil, bukan agen yang punya kendaraan operasional sendiri. Ini sangat memberatkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Medan, Lutfillah Barus, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menjelaskan bahwa pengalihan pengambilan beras SPHP ke Gudang Medan Labuhan dilakukan menyesuaikan ketersediaan stok.
“Gudang lainnya saat ini fokus untuk penyaluran bantuan pangan,” ujar Lutfillah singkat.
(cr26/tribun-medan.com)
| Polisi Sebut Truk Fuso yang Alami Kecelakaan dan Buat Anak SD Masuk Rumah Sakit Karena Sopir Ngantuk |
|
|---|
| Kesaksian Pilu Siswa SD, Lihat Adiknya Terluka usai Truk Fuso Tabrak Jembatan di Deli Serdang |
|
|---|
| Atur Proyek Korupsi Smartboard Langkat, Faisal Hasrimy Akan jadi Saksi di PN Medan |
|
|---|
| NASIB Dua Anak Kecil Berusia 5 dan 3,5 Tahun jadi Yatim Piatu, Ayah dan Ibunya Tewas Ditabrak Angkot |
|
|---|
| Polres Siantar Jaring Empat Sepeda Motor Knalpot Brong Dari Patroli Minggu Malam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/HARGA-BERAS-Pekerja-mengangkut-karung.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.