Breaking News

Tekankan Pentingnya Mitigasi Ancaman Megathrust, Gubernur Ingatkan Langkah Antisipatif  

tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, pelayanan publik, stabilitas sosial, hingga keamanan

Tayang:
Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
KORBAN BENCANA - Gubsu Bobby saat memberikan sambutan di acara Pembekalan kepada Peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI TA 2026, di Kantor Pemprov Sumut, Selasa (9/6/2026). Bobby mengatakan, pasca bencana November lalu, ada 41 korban jiwa yang masih hilang hingga saat ini. 

41 Orang Korban Banjir Belum Ditemukan

Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, pasca bencana banjir dan longsor pada November 2025 lalu, masih ada 41 orang korban hilang yang belum ditemukan hingga saat ini, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, 41 orang hilang ini berada di daerah bencana Kabupaten Tapanuli Tengah dan Selatan. Pemerintah sudah berupaya sekuat tenaga mencari keberadaan korban bencana yang hilang.

"Masih ada 41 orang yang hilang tidak ditemukan pasca-bencana beberapa waktu lalu hingga saat ini. Dan dari hasil di lapangan mereka (korban hilang) kemungkinan besar diseret arus banjir bandang," terangnya saat memberi sambutan di acara Pembekalan kepada Peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI TA 2026, di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (9/6).

Dikatakannya, berdasarkan data per Selasa (9/6), jumlah korban terdampak bencana mencapai 1.803.715 jiwa.

"Untuk korban meninggal dunia 375 jiwa. Dan ada 12 kabupaten pada November lalu yang menetapkan status darurat beberapa waktu lalu," katanya.  

Dijelaskannya, akibat bencana ini ada ratusan infrastruktur yang terdampak mengalami rusak ringan hingga berat.

"Untuk sektor perumahan, itu ada 23.111 unit yang rusak, fasilitas pendidikan 1.218 unit yang rusak, dan fasilitas kesehatan ada 119 unit yang mengalami kerusakan," jelasnya.

Dikatakannya, untuk sektor infrastruktur jalan dan jembatan juga cukup terdampak.

"Untuk jembatan ada 346 unit, jalan 762 ruas, jaringan air bersih sebanyak 104 titik," ucapnya.

Bukan hanya itu, kata Bobby, untuk sektor perekonomian korban bencana juga cukup terdampak.

"Untuk pertanian seluas 36.118 ha yang rusak, perkebunan, 1.227 ha, peternakan 134.753 ekor yang mati akibat bencana tersebut," ucapnya.

Untuk itu, kata Bobby, hingga saat ini kerusakan yang terjadi pasca-bencana masih dalam proses perbaikan.

"Semua masih dalam proses perbaikan infrastruktur dengan menggunakan dana Fiskal TKD yang telah diberikan pemerintah pusat," jelasnya.

 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved