PSMS Medan

Hadapi Persekat Tegal di Bulan Ramadan, PSMS Medan Atur Pola Latihan Khusus demi Jaga Performa

Pertandingan kedua di putaran ketiga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Tri Sanja, Sabtu (21/2/2026).

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Pemain PSMS Medan menggelar latihan rutin di Stadion Mini Disporasu, baru-baru ini. Tim PSMS Medan sesuaikan program latihan persiapan jelang menghadapi Persekat Tegal di bulan suci Ramadan.  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- PSMS Medan akan melakoni laga tandang menghadapi Persekat Tegal pada pekan ke-20 kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026.

Pertandingan kedua di putaran ketiga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Tri Sanja, Sabtu (21/2/2026).

Menghadapi laga penting ini, skuad Ayam Kinantan membawa 23 pemain dalam lawatan ke Tegal. Rombongan tim bahkan telah tiba sejak Rabu (18/2) guna memaksimalkan waktu adaptasi, baik terhadap kondisi lapangan maupun atmosfer pertandingan yang diprediksi berlangsung ketat.


Duel di markas Laskar Ki Gede Sebayu diyakini tidak akan berjalan mudah. PSMS datang dengan ambisi besar untuk menjaga tren positif sekaligus memperkokoh posisi di papan atas klasemen. Di sisi lain, tuan rumah tentu bertekad mengamankan poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri.


Secara statistik pertemuan, PSMS juga memiliki catatan kurang menguntungkan. Dalam dua laga terakhir menghadapi Persekat, tim kebanggaan Kota Medan itu belum mampu meraih kemenangan. Rekor tersebut menjadi alarm sekaligus motivasi tambahan bagi skuad asuhan Eko Purdjianto agar tampil lebih disiplin dan fokus sepanjang pertandingan.


Tantangan lain yang tak kalah penting adalah faktor Ramadan. Laga ini menjadi pertandingan perdana yang dijalani seluruh kontestan Pegadaian Championship pada bulan suci. Situasi tersebut menuntut manajemen fisik dan mental pemain agar tetap prima meski menjalankan ibadah puasa.


Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, menjelaskan bahwa tim pelatih telah menyusun pola persiapan khusus guna menyesuaikan ibadah pemain dengan jadwal pertandingan yang akan dihadapi. Ia menegaskan, pengaturan dimulai sejak waktu sahur hingga pola latihan menjelang laga agar keseimbangan antara kewajiban profesional dan ibadah tetap terjaga.


“Kita persiapan mulai dari sahurnya. Terus yang non muslim juga ada yang makan pagi, makan siang mereka masing-masing. Jadi sebelum buka puasa kita akan ada latihannya, tidak mengurangi ibadahnya mereka tetap harus latihan karena lusa sudah bermain, jadi kita organize sekian rupa agar ibadahnya berjalan dan sebagai pemain juga tidak menghilangkan rutinitasnya juga,” ujar Eko kepada Tribun Medan, Kamis (19/2). 


Eks asisten Pelatih Timnas Indonesia tersebut menambahkan, pada hari ini tim menjalani latihan sebelum berbuka puasa, sementara keesokan harinya latihan digelar pada malam hari sebagai simulasi pertandingan. Penyesuaian tersebut dilakukan karena seluruh pertandingan selama Ramadan akan dimainkan pada malam hari, sehingga pemain perlu beradaptasi dengan ritme yang berbeda dari biasanya.


“Hari ini kita latihan sebelum berbuka dan besok kita latihan malam sebagai simulasi karena pertandingan kan selama di bulan puasa akan bermain malam,” tambahnya.


Eko mengakui terdapat sejumlah kendala dalam penyesuaian rutinitas latihan dibandingkan periode di luar Ramadan. Namun, ia memastikan tim pelatih telah menyiapkan solusi agar kondisi kebugaran pemain tetap terjaga dan performa tim tidak mengalami penurunan.


“Ya pastinya ada kendala yang tadinya rutinitas sebelum puasa sama rutinitas setelah. Sebetulnya juga kan sebelum kita mulai pertandingan kayak kita pasti ada jalan keluarnya supaya pemain tetap bugar di pertandingan nanti, pasti ada solusinya karena juga lawan kan sama,” jelasnya.


Meski menghadapi sejumlah tantangan, Eko menegaskan optimisme timnya. Ia menyebut setiap pertandingan diperlakukan seperti final dan meminta para pemain tetap rendah hati, bekerja keras, serta fokus menjaga ritme permainan demi hasil maksimal.


“Kita tetap optimis, semua pertandingan kan kita anggap final. Kita tetap optimis tapi tidak takabur dan kita harus kerja keras dan fokus supaya tetap menjaga ritme dan menjaga hasil yang kita harapkan. Bismillah besok dapat hasil bagus lagi di away pertama dan di bulan puasa,” tegasnya.


Menurutnya, mayoritas pemain PSMS merupakan muslim sehingga sudah terbiasa menjalani pertandingan di bulan Ramadan pada musim-musim sebelumnya. Pengalaman tersebut diyakini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan serupa musim ini.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved