PSMS Medan

PSMS U-19 Hadapi Jadwal Padat di EPA 2026, Kas Hartadi Tekankan Recovery dan Disiplin

Ajang pembinaan usia muda paling bergengsi di Indonesia ini diikuti oleh 20 tim akademi dari klub peserta Championship

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Anugrah Nasution
PSMS Medan U-19 mulai melakukan persiapan jelang ajang Elite Pro Academy (EPA) Championship U-19 2026 yang akan berlangsung pada 1 April hingga 16 Mei 2026 mendatang. 

PSMS Medan U-19 dijadwalkan memulai pertandingan di ajang Elite Pro Academy Championship U-19 2026 dengan menghadapi PSIS Semarang pada 2 April 2026.

Selanjutnya, Ayam Kinantan Muda akan bertemu Persipura Jayapura pada 5 April 2026.

Pada laga berikutnya, PSMS Medan akan menantang Persekat Tegal pada 12 April 2026, sebelum menghadapi Kendal Tornado FC pada 16 April 2026.

Memasuki putaran kedua fase grup, PSMS kembali berjumpa PSIS Semarang pada 19 April 2026, kemudian melawan Persipura Jayapura pada 23 April 2026.

Setelah itu, PSMS Medan akan menghadapi Persekat Tegal pada 30 April 2026, dan menutup rangkaian pertandingan fase grup dengan melawan Kendal Tornado FC pada 3 Mei 2026.

Padatnya jadwal pertandingan di ajang Elite Pro Academy (EPA) Championship U-19 ini menjadi perhatian serius bagi tim pelatih PSMS Medan U-19.

Dengan jeda pertandingan yang relatif singkat, kondisi fisik pemain menjadi faktor krusial yang harus dijaga secara maksimal.

Pelatih Kepala PSMS Medan U-19, Kas Hartadi, mengakui bahwa jadwal kompetisi yang hanya memberikan waktu istirahat sekitar tiga hingga empat hari antar pertandingan menuntut timnya untuk lebih cermat dalam mengatur recovery pemain.

Menurutnya, situasi ini tidak hanya dialami oleh PSMS Medan, tetapi juga seluruh peserta kompetisi.

Meski demikian, ia menilai ada beberapa tim yang memiliki keuntungan karena telah lebih dahulu memiliki sistem akademi yang matang, sehingga dari segi kesiapan bisa lebih stabil.

“Jadwal memang sangat padat, waktu istirahat hanya tiga sampai empat hari. Jadi kita harus benar-benar memperhatikan recovery pemain. Tapi semua tim merasakan hal yang sama, persiapannya juga relatif setara,” ujar Kas Hartadi.

Ia menambahkan, dalam kondisi seperti ini, tim pelatih dituntut untuk lebih pintar dalam menjaga kebugaran pemain agar tetap optimal di setiap pertandingan.

Salah satu fokus utama adalah memastikan para pemain mampu memaksimalkan waktu istirahat yang terbatas.

Kas Hartadi juga menegaskan bahwa disiplin pemain di luar lapangan menjadi kunci penting, terutama dalam menjaga pola tidur dan pemulihan fisik.

Ia bahkan akan memberikan instruksi khusus kepada para pemain agar tidak mengabaikan waktu istirahat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved