PSMS Medan

Kas Hartadi Resmi Mundur dari PSMS U-19, Pilih Tangani PSIS Semarang

Kabar mengejutkan datang dari tim PSMS Medan U-19. Pelatih kepala Kas Hartadi resmi mengundurkan diri dari kursinya di tim Ayam Kinantan

|
TRIBUN MEDAN/Aprianto Tambunan
MENGUNDURKAN DIRI - Kas Hartadi. Pelatih kepala Kas Hartadi resmi mengundurkan diri dari kursinya di tim Ayam Kinantan Junior yang tengah berlaga di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Championship musim 2025/2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kabar mengejutkan datang dari tim PSMS Medan U-19. Pelatih kepala Kas Hartadi resmi mengundurkan diri dari kursinya di tim Ayam Kinantan Junior yang tengah berlaga di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Championship musim 2025/2026.

Keputusan tersebut diambil bukan tanpa sebab. Pelatih berlisensi Pro-AFC itu mendapatkan kepercayaan baru untuk menangani tim senior PSIS Semarang yang saat ini tengah berjuang dari bayang-bayang zona Play Off Degradasi di Pegadaian Championship musim 2025/2026.

Kas Hartadi menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui komunikasi dengan manajemen PSMS Medan. Ia mengaku telah berpamitan dan meminta izin secara langsung kepada Presiden klub PSMS Medan, Fendi Jonathan sebelum menerima tawaran tersebut.

“Ya, kemarin saya sudah pamit dengan Pak Presiden PSMS. Sekarang saya dipercaya menangani PSIS Semarang di Liga 2. Ada tawaran untuk membantu tim di sisa pertandingan agar bisa terhindar dari zona play-off degradasi,” ujar Kas Hartadi kepada Tribun melalui seluler, Rabu (22/4/2026).

Diketahui, saat ini PSIS Semarang berada di peringkat kedelapan Grup B Pegadaian Championship musim 2025/2026 dengan koleksi 20 poin. Raihan tersebut diperoleh dari lima kemenangan, lima hasil imbang, dan 15 kekalahan.

Sementara itu, ancaman zona play-off degradasi terus membayangi. Kompetitor terdekat, Persiba Balikpapan, menempati peringkat kesembilan dengan 18 poin atau hanya terpaut dua angka dari PSIS.

Secara matematis, dengan sisa dua pertandingan (maksimal 6 poin), peluang kedua tim masih terbuka. 

Kas Hartadi menambahkan, secara regulasi dirinya memang harus melepas jabatan sebagai pelatih kepala PSMS Medan U-19. Hal ini lantaran aturan kompetisi tidak memperbolehkan seorang pelatih menjalani dua kali peminjaman dalam satu periode dari klub yang sama, sehingga ia wajib mengundurkan diri secara resmi.

Mengingat, beberapa waktu lalu Kas Hartadi juga sempat menjalani masa peminjaman ke klub RANS Nusantara FC yang berkompetisi di Liga Nusantara.

“Secara administrasi saya harus mengundurkan diri. Regulasi tidak memungkinkan peminjaman dua kali dalam sistem, jadi saya harus resmi mundur dari PSMS,” jelasnya.

Meski telah berpisah secara formal, Kas Hartadi mengaku tetap memiliki kedekatan emosional dengan skuad muda PSMS Medan. Ia bahkan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan tim yang telah ia tangani tersebut.

“Mudah-mudahan saya masih tetap bisa memantau tim EPA PSMS Medan, meskipun sekarang sudah di PSIS. Tim saat ini dijalankan oleh asisten saya,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap para pemain muda PSMS Medan U-19 tetap mampu menunjukkan performa maksimal di sisa kompetisi musim ini. Ia optimistis fondasi yang telah dibangun bersama tim dapat terus dilanjutkan dengan baik oleh jajaran pelatih yang ada.

“Saya berharap di sisa pertandingan, tim EPA PSMS Medan bisa meraih hasil maksimal,” ucapnya.

Di sisi lain, Kas Hartadi juga menaruh harapan besar terhadap tugas barunya bersama PSIS Semarang. Ia bertekad membawa tim tersebut keluar dari tekanan dan menjauh dari ancaman zona play-off degradasi.

“Saya juga berharap bisa sukses bersama PSIS, dan membawa tim ini terhindar dari zona play-off degradasi,” tutupnya.

(Cr29/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved