PSMS Medan

Kas Hartadi Mundur dari PSMS Medan U-19 ke PSIS Semarang, Begini Kata Fendi Jonathan

Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, akhirnya buka suara terkait keputusan Kas Hartadi yang mundur dari jabatan pelatih kepala tim PSMS Medan U-19

TRIBUN MEDAN/APRIANTO TAMBUNAN
KAS HARTADI MUNDUR - Pelatih Kas Hartadi resmi mundur dari kursi pelatih PSMS Medan U-19 di EPA Championship 2025/2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, akhirnya buka suara terkait keputusan Kas Hartadi yang mundur dari jabatan pelatih kepala tim PSMS Medan U-19 di ajang Elite Pro Academy (EPA) Championship musim 2025/2026.

Fendi menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah Kas Hartadi menerima tawaran untuk menangani PSIS Semarang. Manajemen PSMS Medan pun memilih untuk memberikan izin sebagai bentuk dukungan terhadap karier pelatih berlisensi Pro-AFC tersebut.

“Ya, Kas Hartadi mendapatkan tawaran dari PSIS Semarang. Bagaimana ya, kita kasih kesempatan dia untuk membantu PSIS,” ujar Fendi Jonathan kepada Tribun Medan melalui seluler.

Seiring dengan keputusan tersebut, manajemen juga telah menyepakati pemutusan kontrak dengan Kas Hartadi secara resmi. Untuk mengisi kekosongan posisi pelatih kepala, PSMS Medan menunjuk pelatih caretaker Aji Riduan Mas Alex hingga akhir musim kompetisi.

“Jadi kita sudah putus kontrak dengan Kas Hartadi. Untuk sementara waktu tim akan ditangani caretaker sampai akhir musim, karena secara lisensi juga sudah memenuhi syarat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fendi menegaskan bahwa fokus utama PSMS Medan di ajang EPA bukan semata-mata hasil akhir, melainkan proses pembinaan pemain muda. Ia ingin para pemain menunjukkan kualitas permainan sekaligus sikap profesional sebagai bekal menuju level yang lebih tinggi.

“Yang penting anak-anak EPA ini ikut berkompetisi dengan baik dan menunjukkan performa serta attitude yang bagus. Saya sudah sampaikan ke mereka, tunjukkan kemampuan kalian,” katanya.

Ia juga membuka peluang bagi para pemain muda untuk naik ke tim senior, selama masih memenuhi kriteria usia dan mampu menunjukkan perkembangan signifikan.

“Kalau memang umur masih mencukupi dan masuk kualifikasi, nanti bisa dibawa ke tim senior,” tambahnya.

Fendi menegaskan bahwa PSMS Medan tidak memasang target tinggi pada musim ini, mengingat program Elite Pro Academy masih dalam tahap pembangunan. Menurutnya, proses pembinaan tidak bisa instan dan harus dilakukan secara bertahap.

“Kita tidak ada target muluk-muluk langsung juara. EPA ini baru kita bangun, jadi harus step by step,” tegasnya.

Namun demikian, ia memastikan bahwa manajemen telah menyiapkan langkah lebih matang untuk musim depan. Salah satunya dengan rencana penunjukan direktur akademi guna memperkuat sistem pembinaan usia muda di tubuh PSMS Medan.

“Musim depan kita sudah siapkan direktur akademinya. Jadi akan lebih dipersiapkan, mulai dari lapangan latihan sampai semua fasilitas pendukung lainnya,” pungkasnya.

(cr29/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved