Berita Viral

Polemik Lambannya Warga Tapteng Dapat Bantuan, Gubernur Sampai Murka, Ada Banyak Data Tak Sesuai

Di Kecamatan Tukka, emosi Bobby Nasution tak terbendung. Di bawah guyuran hujan, ia murka dengan kinerja Camat Tukka Yan Munzir Hutagalung.

TRIBUN MEDAN/Istimewa
MARAHI CAMAT - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution didampingi Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu saat mengunjungi Kecamatan Tukka, Senin (13/4/2026). Pada momen ini, Bobby murka lalu memarahi Camat Tukka Yan Munzir Hutagalung karena dianggap tak becus mendata warga korban banjir. 

Saat berbicara dengan Camat tersebut, terlihat juga di situ Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan sejumlah pejabat terkait.

"Pindah kantormu di sini, biar datang rakyatmu menemui terus," ujarnya.

Banyak data yang tidak sesuai

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tapanuli Tengah, Leonardus Sinaga, menjelaskan, pihak BPBD hanya menerima dan merekap data yang berasal dari tingkat kecamatan.

“Di kecamatan ada petugas enumerator yang melakukan verifikasi data. Data awal yang masuk ke BPBD sekitar 18 ribu. Namun setelah diverifikasi, ditemukan ketidaksesuaian, seperti kerusakan ringan yang tercatat sebagai rusak berat, begitu juga sebaliknya,” ujar Leonardus akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, setiap kerusakan didata menggunakan formulir khusus dari BPBD yang mencatat jenis dan tingkat kerusakan untuk kemudian dihitung secara keseluruhan.

Menurutnya, data dari kecamatan kemudian kembali diverifikasi oleh BPBD, termasuk pencocokan dengan data kependudukan di Dinas Dukcapil, seperti nama, nomor Kartu Keluarga (KK), dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Banyak data yang harus direvisi setelah disepadankan dengan Dukcapil,” katanya.

Untuk tahap pertama, BPBD telah mengajukan sekitar 7 ribu data ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Namun, terkait bantuan Jadup yang berasal dari Kementerian Sosial, Leonardus mengaku pihaknya tidak mengetahui sumber data yang digunakan.

“Kami juga heran, tiba-tiba sudah ada penyaluran Jadup, padahal saat itu kami masih dalam proses pengajuan," ujarnya  

Masih Banyak Rumah Belum Terdata

Leonardus juga mengungkapkan, dalam proses pendataan di lapangan, banyak pemilik rumah yang tidak berada di tempat karena bekerja, sehingga belum sempat terdata.

Meski demikian, BPBD telah menerima aspirasi masyarakat yang datang langsung ke kantor untuk melaporkan kondisi mereka.

“Ada sekitar 200 lebih kepala keluarga dari Kelurahan Sibuluan Indah, Lingkungan I sampai IV, yang sudah kami terima laporannya. Data tersebut akan kami tindak lanjuti melalui pihak kecamatan untuk dilakukan pendataan ulang,” jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved