Fenomena Langit

Hujan Meteor dan Beberapa Fenomena Langit di Tahun 2026

Ada 10 fenomena langit yang bakal terjadi sepanjang tahun 2026. Mulai dari hujan meteor hingga Saturnus tertutup bulan.

Editor: Array A Argus
Pinterest
FENOMENA LANGIT- Masyarakat dapat menyaksikan sejumlah fenomena langit pada tahun 2026. Satu diantara fenomena langit itu adalah hujan meteor. 

Pada peristiwa ini, seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi sehingga Bulan berubah warna menjadi merah tembaga yang gelap.

Wilayah Australia bagian timur dan kepulauan di sekitarnya menjadi lokasi terbaik karena dapat menyaksikan seluruh proses gerhana, mulai dari awal hingga akhir.

Baca juga: 21 Desember Memperingati Hari Apa? Ternyata Ada Peringatan Soal Fenomena Alam

2. Hujan Meteor Quadrantids

Puncak: 3–4 Januari 2026

Hujan meteor Quadrantids berlangsung setiap tahun antara tanggal 1 hingga 5 Januari. Pada tahun 2026, puncaknya diperkirakan terjadi pada 3–4 Januari.

Saat kondisi terbaik, fenomena ini dapat menghasilkan hingga sekitar 40 meteor per jam.

Quadrantids berasal dari sisa debu komet 2003 EH1 yang sudah tidak aktif.

Meski titik radiasinya berada di rasi Bootes, meteor dapat terlihat melintas di berbagai bagian langit.

HUJAN METEOR- Ilustrasi hujan meteor yang merupakan fenomena langit.
HUJAN METEOR- Ilustrasi hujan meteor yang merupakan fenomena langit. (Pinterest/Dark & Lost)

3. Jupiter pada Posisi Oposisi

10 Januari 2026

Jupiter akan berada pada posisi oposisi, yaitu saat Bumi berada tepat di antara Jupiter dan Matahari.

Pada kondisi ini, Jupiter tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya karena jaraknya lebih dekat ke Bumi.

Planet ini dapat diamati di langit timur setelah Matahari terbenam dan berada di rasi Gemini.

Jupiter juga akan terlihat sepanjang malam.

Baca juga: Fenomena Alam Langka Mirip Tornado Terjadi di Tengah Danau Toba, BMKG Silangit Berikan Penjelasan

4. Galaksi NGC 2403 Tampak Paling Jelas

15 Januari 2025

NGC 2403 merupakan galaksi spiral yang terletak di rasi Camelopardalis. 

Pada tanggal 15 Januari, galaksi ini berada di posisi tertinggi di langit sekitar tengah malam.

Pada hari-hari berikutnya, waktu puncaknya akan maju sekitar empat menit lebih awal setiap malam. 

Karena letaknya jauh di utara, galaksi ini tidak pernah berada lebih dari 18 derajat di atas cakrawala.

Baca juga: Tembagapura Papua Turun Hujan Salju, BMKG Sebut Ini Fenomena Alam Langka yang Terjadi di Indonesia

NGC 2403 paling mudah diamati dari belahan Bumi utara dan tidak dapat dilihat dari wilayah lintang selatan.

Dengan magnitudo 8,9, galaksi ini terlalu redup untuk dilihat dengan mata telanjang dan memerlukan alat bantu optik.

5. Okultasi Bulan terhadap Beta Tauri

29 Januari 2026

Pada tanggal ini, Bulan akan melintas tepat di depan Beta Tauri (Elnath), bintang paling terang kedua di rasi Taurus.

Peristiwa ini disebut okultasi Bulan.

Fenomena tersebut dapat diamati dari beberapa wilayah, termasuk Indonesia bagian timur, Papua Nugini, Filipina bagian tenggara, dan Kepulauan Solomon.

6. Saturnus Tertutup oleh Bulan

1 Februari 2026

Peristiwa langka ini terjadi saat Bulan menutupi planet Saturnus, sehingga Saturnus tampak menghilang sementara di balik piringan Bulan.

Wilayah Asia Tenggara dan Australia bagian utara menjadi lokasi terbaik untuk mengamatinya menggunakan teleskop kecil atau teropong.

Selain okultasi, konjungsi dekat antara Bulan dan Saturnus juga dapat disaksikan di wilayah yang lebih luas.

Fenomena ini diawali dengan menghilangnya Beta Tauri pada pukul 15.55 WIB dan muncul kembali pada pukul 16.58 WIB.

HUJAN METEOR- Ilustrasi fenomena alam hujan meteor Eta Aquarids yang dapat disaksikan dengan mata telanjang di Indonesia.
HUJAN METEOR- Ilustrasi fenomena alam hujan meteor Eta Aquarids yang dapat disaksikan dengan mata telanjang di Indonesia. (Pinterest/Scaut brown)

7. Hujan Meteor Perseid

12–13 Agustus 2026

Hujan meteor Perseid merupakan salah satu yang paling populer, terutama di belahan Bumi utara Asia, meskipun masih dapat diamati dari Australia bagian utara.
Pada puncaknya, pengamat di lokasi yang gelap dapat melihat puluhan meteor per jam. Meteor-meteor ini berasal dari sisa debu Komet Swift–Tuttle yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.

8. Oposisi Planet Saturnus

21 September 2026

Saturnus akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi sehingga tampak sangat terang dan besar di langit malam wilayah Asia dan Australia.

Dengan teleskop, cincin Saturnus dapat terlihat jelas karena seluruh permukaan planet menghadap langsung ke Matahari.

9. Konjungsi Dekat Mars dan Jupiter

16 November 2026

Mars dan Jupiter akan tampak berdekatan di langit timur menjelang fajar.

Fenomena konjungsi ini dapat dilihat dengan mata telanjang di seluruh wilayah Asia dan Australia.

Keduanya akan terlihat seperti dua titik terang berdampingan, menampilkan perbedaan warna antara Mars yang kemerahan dan Jupiter yang putih terang.

10. Hujan Meteor Geminid

13–14 Desember 2026

Sebagai penutup tahun, hujan meteor Geminid akan menghiasi langit dengan intensitas tinggi.

Geminid dikenal menghasilkan meteor yang bergerak relatif lambat dan kadang tampak berwarna-warni.

Fenomena ini dapat dinikmati dengan baik dari wilayah Asia Tenggara hingga Australia bagian selatan, selama langit dalam kondisi cerah.

Doa saat Melihat Hujan Meteor

Hujan meteor dalam pandangan Islam tidak hanya dianggap sebagai fenomena langit biasa.

Peristiwa hujan meteor dianggap sebagai bagian dari kuasa Allah S.W.T.

Oleh karena itu, ketika fenomena langit ini terjadi, umat Islam selalu memanjatkan doa kepada Allah.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved