Ramadhan 1447 Hijriah

Bacaan Niat Puasa Ramadhan dan Doa Berbuka Puasa Puasa Arab, Latin dan Artinya

Bacaan niat puasa Ramadhan adalah Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta'ala.

Editor: Array A Argus
Pinterest/Pikbest | Graphic Design Templates
BUKA PUASA- Ilustrasi sebuah keluarga kecil saat melaksanakan buka puasa dalam suasana yang hangat. 

"Fakta Astronomi pada saat maghrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS, kriteria yang digunakan oleh pemerintah dan sebagian besar ormas Islam, yaitu kurva kuning, ini tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat geosentrik. Ini di wilayah Amerika, sehingga di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, belum memenuhi kriteria," kata Thomas, dikutip dari laman Youtube resminya.

Baca juga: Resep Smootijer, Minuman Segar Buka Puasa Perbaiki Hidrasi Ginjal

"Sehingga, 1 Ramadhan 1447 jatuh pada tanggal 19 Februari 2026," imbuhnya.

Namun, ada pula ormas yang menggunakan kriteria Turkiye, di mana posisi Bulan di wilayah Alaska telah memenuhi kriteria dan ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru. Ini artinya, menurut kriteria Türkiye, 1 Ramadhan 1447 jatuh pada 18 Februari 2026.

"Jadi ada potensi perbedaan awal Ramadhan, ada yang 18 Februari dan 19 Februari," ungkapnya.

BUKA PUASA- Ilustrasi umat muslim saat bersiap melaksanakan buka puasa di bulan Ramadhan.
BUKA PUASA- Ilustrasi umat muslim saat bersiap melaksanakan buka puasa di bulan Ramadhan. (Pinterest)

Puasa Menurut NU

Nahdlatul Ulama (NU) diprediksi akan melaksanakan puasa 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada 19 Februari 2026.

Ini mengacu pada penjelasan Guru Besar Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang Prof. H. Ahmad Izzuddin dalam lokakarya imsakiyah Nahdlatul Ulama (NU).

Baca juga: Khutbah Jumat Bulan Syaban, Meneladani Kebiasaan Rasulullah Menyambut Ramadhan

Ia mengatakan, ijtimak terjadi pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 19.02 WIB.

Berdasarkan perhitungan hisab dan kriteria MABIMS, posisi hilal saat Matahari terbenam masih berada di bawah ufuk dan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat. Dengan demikian, awal Ramadhan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dilansir dari laman NU Online, penetapan awal Ramadhan menurut NU ditetapkan menggunakan metode rukyatul hilal. Metode tersebut sudah dipakai sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga saat ini.

Hanya saja, zaman sekarang pengamatan hilal dibantu dengan alat teropong agar lebih akurat dan maksimal.

Baca juga: Pernah Tinggal Puasa Ramadhan? Segera Qadha di Bulan Syaban Agar Dapat 3 Pahala

Rukyatul hilal adalah proses mengamati hilal untuk menentukan awal bulan Qamariyah, termasuk di dalamnya penentuan awal Ramadhan. Proses rukyatul hilal ditandai dengan munculnya visibilitas bulan sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru konjungsi atau ijtimak.

Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari sehingga posisi hilal berada di ufuk barat.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved