Breaking News

TRIBUN WIKI

Daftar Makanan Tradisional saat Cap Go Meh yang Populer Disajikan

Aneka makanan tradisional Cap Go Meh, penuh makna keberuntungan dan kebersamaan yang sering disajikan untuk keluarga.

Tayang:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
ChatGPT
MAKANAN TRADISIONAL- Ada beberapa makanan tradisional yang sering disuguhkan saat momen Cap Go Meh. Beberapa diantaranya merupakan makanan akulturasi budaya Indonesia. 

Warna oranye cerahnya melambangkan kekayaan dan keberuntungan.

Bentuknya yang bulat juga menjadi simbol keutuhan dan kesempurnaan.

Buah ini sering dibagikan kepada keluarga atau tamu sebagai tanda berbagi doa baik.

Memberikan jeruk mandarin dipercaya sebagai bentuk harapan agar penerimanya mendapatkan rezeki dan kebahagiaan sepanjang tahun.

Wedang Ronde

Wedang ronde sekilas mirip dengan tang yuan karena sama-sama berupa bola ketan dalam kuah hangat.

Baca juga: 100 Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2026 di Tahun Kuda Api

Namun, wedang ronde memiliki cita rasa khas Nusantara dengan tambahan gula merah, serai, dan rempah-rempah.

Minuman hangat ini sangat cocok disantap pada malam perayaan.

Selain menghangatkan tubuh, wedang ronde juga menjadi simbol keakraban dan kebersamaan saat keluarga berkumpul merayakan Cap Go Meh.

Telur Teh (Telur Marmer)

Telur teh atau telur marmer dibuat dengan cara merebus telur, lalu merendamnya dalam campuran teh dan kecap asin hingga menghasilkan motif retakan unik pada permukaannya.

Baca juga: 20 Twibbon Menyambut Tahun Baru Imlek 2025 Lengkap dengan Cara Menggunakannya

Motif tersebut menyerupai marmer dan menjadi ciri khas hidangan ini.

Dalam tradisi, telur melambangkan kesuburan dan awal kehidupan yang baru.

Kehadirannya saat Cap Go Meh menjadi simbol harapan akan kesejahteraan serta keberlangsungan rezeki dan keturunan yang baik.

Mie Panjang Umur

Mie panjang umur selalu dihidangkan tanpa dipotong, karena panjang mie melambangkan doa untuk umur yang panjang dan kesehatan yang baik.

Biasanya mie ini dimasak dengan cara direbus atau digoreng, lalu diberi tambahan daging, telur, dan sayuran.

Baca juga: Kemeriahan Cap Go Meh Perkumpulan Teochew Bersatu Sumut, Jalin Keakraban Setelah Tiga Tahun

Saat menyantapnya, mie sebaiknya tidak diputus agar maknanya tetap terjaga.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved