TRIBUN WIKI
10 Hari Terakhir Ramadhan, Ini yang Dilakukan Rasulullah dan Wajib Kita Contoh
Rasulullah S.A.W selalu melakukan sejumlah amalan tertentu saat memasuki 10 hari terakhir Ramadhan.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Hadits riwayat Imam Dailami dari Aisyah ra, Rasulullah bersabda:
مَنِ اعْتَكَفَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ عَنْ عَائِشَةَ)
Artinya: Siapa yang beriktikaf (bertepatan dengan) Lailatul Qadar karena iman dan mengharap ridha Allah, maka diampuni semua dosa yang lalu (dosa kecil dan dosa besar).
Baca juga: Amalan Ayat Seribu Dinar Arab dan Latin, Doa Untuk Mendatangkan Rezeki
Selain beritikaf, masih ada amalan-amalan lain yang dapat menggugurkan dosa.
Lalu, apa saja amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang dapat kita lakukan? Berikut ulasannya.
Amalan di 10 hari terakhir Ramadhan
Berikut beberapa amalan utama di 10 hari terakhir Ramadhan yang diajarkan para ulama berdasarkan hadits-hadits tentang Rasulullah SAW:
Baca juga: 6 Amalan Terbaik Agar Cepat Dapat Jodoh, Lengkap dengan Doa Cepat Nikah
1. Memperbanyak shalat malam (qiyamullail)
-
Menghidupkan malam dengan tarawih, tahajud, witir, dan doa panjang sampai menjelang fajar.
-
Dalam riwayat Aisyah RA, Nabi SAW sangat bersungguh-sungguh beribadah di 10 malam terakhir, melebihi malam-malam lainnya.
2. Mencari Lailatul Qadar dengan doa
-
Menghidupkan malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, 29) dengan ibadah lebih intens, karena besar kemungkinan Lailatul Qadar ada di malam-malam ini.
-
Memperbanyak doa, terutama doa yang diajarkan kepada Aisyah RA: memohon ampunan dan rahmat Allah. (Isi lafal lengkap bisa Anda ambil dari buku/ustadz setempat untuk menghindari kesalahan).
3. Memperbanyak tilawah dan tadabbur Al-Qur’an
-
Menambah target baca Qur’an, mengulang hafalan, dan berusaha memahami maknanya.
-
Bisa dijadwalkan misalnya: setelah tarawih, menjelang sahur, atau selepas subuh, supaya konsisten.
4. Sedekah dan amal sosial
-
Mengeluarkan sedekah harta, makanan berbuka, membantu fakir miskin, dan mendukung dakwah.
-
Banyak ulama menganjurkan menggabungkan qiyamullail, tilawah, dan sedekah di 10 hari terakhir agar pahala berlipat di waktu yang sangat mulia.
5. Memperbanyak dzikir dan istighfar
-
Membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan shalawat, juga istighfar sebanyak mungkin sepanjang hari.
-
Menjaga lisan dari ghibah, debat sia-sia, dan percakapan yang tidak bermanfaat agar hati lebih bersih saat beribadah.
6. Membangunkan keluarga dan menjaga kesungguhan
-
Meniru kebiasaan Nabi SAW yang menghidupkan malam dan membangunkan istri-istri beliau untuk ikut beribadah.
-
Mengurangi tidur, memperbanyak mandi dan berhias rapi (dalam batas syariat) untuk menyambut malam-malam terakhir dengan semangat.
7. Menjaga amalan wajib dan menjauhi maksiat
-
Tetap menjaga shalat wajib tepat waktu, puasa dengan adabnya, dan menjauhkan diri dari maksiat mata, telinga, dan hati.
-
Menghindari aktivitas sia-sia (scrolling tanpa tujuan, nongkrong yang tidak perlu) agar fokus Ramadhan penutup benar-benar kuat.
(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/itikaf-di-masjid-10-hari-terakhir-Ramadhan.jpg)