TRIBUN WIKI

Benarkah Kecoa Binatang Terbersih di Dunia? Ini Fakta Sebenarnya

Apakah kecoa binatang terbersih di dunia, tentu tidak. Kecoa adalah hewan pembawa penyakit .

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Pinterest/Christian Snell
TEMPAT KOTOR- Kecoa adalah hewan yang seringkali ditemukan di tempat-tempat yang kotor. Hewan ini sering menjadi pembawa penyakit dan bakteri e.coli. 

Bahkan, dalam beberapa kasus, kecoa dapat hidup selama beberapa hari hingga sekitar satu minggu tanpa kepala dan mampu bertahan hingga sebulan tanpa makanan.

Kemampuan tersebut terjadi karena kecoa tidak bernapas melalui mulut seperti manusia.

Baca juga: Detik-detik Seorang Wanita Keluarkan Kecoa Hidup dari Dalam Telinga, Rasanya Seperti Mau Copot!

Mereka bernapas melalui lubang-lubang kecil pada tubuh yang disebut spirakel, yang tersebar di beberapa segmen tubuhnya.

Sistem pernapasan ini memungkinkan tubuh kecoa tetap berfungsi meskipun bagian kepala sudah tidak ada.

Kecoa juga dikenal sebagai hewan omnivora, yaitu pemakan segala.

Mereka dapat mengonsumsi hampir semua jenis bahan organik, mulai dari makanan manusia, makanan hewan peliharaan, sampah, hingga materi yang sudah membusuk.

Kebun binatang bantu para jomblo balas dendam dengan memberikan nama mantan pada kecoa, sekaligus untuk penggalangan dana.
Kebun binatang bantu para jomblo balas dendam dengan memberikan nama mantan pada kecoa, sekaligus untuk penggalangan dana. (Tribun Medan /Pixay)

Baca juga: Ngeri, Taksi Online Ini Dipenuhi Kecoa sampai ke Langit-langit

Bahkan, kecoa juga diketahui bisa memakan bahan seperti kertas atau jilid buku.

Pola makan yang sangat beragam ini membuat mereka mampu bertahan hidup di berbagai lingkungan.

Selain itu, kecoa juga terkenal memiliki ketahanan terhadap radiasi yang cukup tinggi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecoa mampu bertahan pada tingkat radiasi yang bisa berbahaya bahkan mematikan bagi manusia.

Baca juga: Penumpang Pesawat Temukan Hewan Berkumis di Makanan, Maskapai: Itu Bukan Kecoa Tapi Jahe Tumis

Kemampuan ini membuat para ilmuwan tertarik mempelajari DNA kecoa, terutama untuk memahami bagaimana serangga ini dapat memperbaiki kerusakan genetik dan bertahan dalam kondisi ekstrem.

Pembawa Bakteri

Banyak orang mungkin mengira kecoa hanyalah serangga biasa yang tidak terlalu berbahaya.

Namun kenyataannya, kecoa bukanlah serangga yang bersih.

Baca juga: Mengenal Tyto Alba, Burung Hantu Pengendali Tikus yang Viral Ditembak Mati Warga Belu

Hewan ini sering ditemukan di tempat-tempat yang kotor dan tidak higienis, seperti saluran pembuangan, selokan, hingga tempat pembuangan sampah.

Saat berkeliaran di area tersebut, tubuh kecoa dapat terpapar berbagai kuman dan mikroorganisme berbahaya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved